INILAH.COM, Jakarta- Uskup Agung Canterbury menolak keras kesimpulan Stephen Hawing bahwa penciptaan alam semesta merupakan peristiwa tak terelakkan dan tanpa campur tangan Tuhan.
Di buku terbarunya, The Grand Design, Stephen Hawking mengklaim bahwa tidak ada kekuatan Ilahi yang dibutuhkan untuk menjelaskan pembentukan alam semesta.
Ini terjadi karena hukum gravitasi. Alam semesta dapat terbentuk dari ketiadaan, ujar ilmuwan pensiunan Cambridge ini.
Namun, dalam sebuah artikel di majalah Eureka, sejumlah pemimpin agama menentang klaim itu. Dr Rowan William mengatakan, Kepercayaan pada Tuhan tidaklah menciptakan kesenjangan dalam menjelaskan sesuatu yang berkaitan dengan alam semesta.
Kepercayaan merupakan wadah yang cerdas di mana segala aktivitas tergantung pada keberadaanya. Fisika sendiri tidak akan menyelesaikan pertanyaan mengapa terjadi sesuatu dari ketiadaan, ujarya lagi.
Bantahan yang sama juga diucapkan Kepala Gereja Katolik Roma di Inggris dan Wales Vincent Nichols, Kepala Rabi, termasuk oleh ketua komite Dewan Muslim terkemuka di Ingglis.
Ilmu pengetahuan adalah segala sesuatu yang mencakup penjelasan. Di sisi lain, agama membahas soal interpretasi, ujar Lordk Sacks kepada Times.
The Grand Design juga ditulis oleh fisikawan Amerika Leonard Mlodinow dan diterbitkan pada 9 September.[ito]