INILAH.COM, Jakarta - Meskipun dilarang, ajakan untuk mudik menggunakan sepeda motor tetap saja bermunculan. Bahkan, salah satu produsen sepeda motor mengajak warga DKI Jakarta dan kota-kota besar lainnya untuk mudik bareng menggunakan sepeda motor.
Selain mensponsori, produsen tersebut juga bekerjasama dengan salah satu kelompok media terkemuka menkoordinasikan mudik tersebut. Uniknya, mudik bareng ini tidak perlu takut ditindak polisi sebab penyelenggara menjanjikan dukungan bahkan pengawalan dari Mabes Polri. Sepanjang perjalanan pemudik akan merasa nyaman karena dikawal oleh polisi.
Pemudik yang ditarik uang pendaftaran Rp50.000 itu bahkan diming-imingi mendapatkan berbagai hadiah. Antara lain, sepeda motor, handphone, helm, dan lain-lain dengan total hadiah mencapai Rp100 juta. Mudik bareng ini berangkat untuk beberapa tujuan. Yakni, Jakarta-Semarang, Jakarta Yogyakarta, Surabaya-Yogyakarta, dan Semarang-Yogyakarta.
Sebelumnya, Polda Metro Jaya telah berulang kali mewanti-wanti warga untuk tidak mudik menggunakan sepeda motor. "Anak-anak resistensi terhadap cuaca panas, hujan, angin. Mereka bisa stres, tolong dipahami," ujar Direktur Lalu-lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Condro Kirono, di Polda Metro Jaya, Jl. Jend. Sudirman, Jakarta Selatan, Jumat (3/9).
Untuk mengurangi jumlah pemudik bersepeda motor, instansi pemerintah lain juga turut mencegah lonjakan pemudik bersepeda motor. PT KA misalnya menyediakan gerbong khusus untuk mengangkut sepeda motor. "Tadi saya cek PT KA tiap hari memberangkatkan dua kali gerbong sepeda motor. Ada tujuh gerbong kereta api yang masing-masing gerbong bisa muat 50 motor," ujar Condro.