INILAH.COM, Jakarta Jelang lebaran, peredaran uang palsu makin meresahkan. Selain kecerdikan para pelakunya, diduga uang palsu yang masuk ke bank sulit terdeteksi.
"Pemalsuan saat ini juga cukup cerdik. Memasukkan melalui bank," kata Dir I Ekonomi Khusus Bareskrim Mabes Polri Kombes Pol Darmawan Sutawidjaya, Kanit IV uang palsu dan dokumen palsu dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (3/9).
Banyak uang palsu yang lolos deteksi diduga karena mesin money detector di bank sangat sederhana. Sejak Januari hingga Agustus 2010, polisi mengungkap 33 kasus uang palsu dengan 79 orang tersangka yang memalsukan uang pecahan sebanyak 58.203.
100 ribu 136 lembar : Rp 2.713.600.000
50 ribu 14.479 lembar : Rp 732.950.000
20 ribu 5.783 lembar 114.760.000
5 ribu 8 lembar : Rp 40 ribu.
Uang palsu yang banyak dipalsukan adalah pecahan Rp100 ribu dan Rp50. Modus operandi adalah mencetak, hasil cetakan dijual kemudian baru diedarkan. [ikl/mah]