GEDUNG DPR yang saat ini sepertinya masih sangat nyaman bagi para anggota DPR, kenapa demikian?
Lihat saja disetiap rapat paripurna parlemen, para penghuninya tidur sangat pulas. Bagaimana nanti jika DPR ini memiliki Gedung baru, lengkap dengan pelayanan spa, kolam renang, fasiltas belanja?
Dengan banyaknya fasilitas buat bersantai ria, kegiatan tidur dalam rapat tentu akan lebih sering daripada sekarang. Hal ini bukan lelucon, bukan tuduhan tetapi realitanya memang demikian. Kebiasaan buruk lain para anggota DPR senangnya melakukan bolos dalam rapat-rapat paripurna.
Pendek kata bahwa anggota DPR saat ini tak dapat diharapkan kerjanya, karena cenderung arogan dengan terus mengusulkan megaproyek. Jika megaproyek itu bisa gol mungkin akan dapat mengembalikan biaya-biaya yang telah dikeluarkan pada saat kampanye lalu.
Kita tentu masih ingat bagaimana usulan dana aspirasi setengah dipaksakan, walaupun kandas. Mereka tak kehabisan, akal setelah dana aspirasi kandas, lalu mereka mengusulkan dana rumah aspirasi. Usulan ini rupanya juga kandas di tengah jalan.
Tetapi mereka tetap memiliki senjata ampuh untuk mengelabui rakyat, usulan pembangunan gedung baru yang katanya dapat menelan biaya hingga Rp 1,6 triliun lebih.
Rakyat pun bertanya, jika menempati gedung baru nanti para anggota DPR bisa menjadi wakil rakyat, dan dapat menjamin kinerja akan optimal. Tidak seperti sekarang ini, mereka tak memiliki rasa mewakili rakyat, tetapi cenderung mewakili kantong pribadi dan kelompoknya.
Rakyat tentu akan lebih menderita bila memiliki wakil yang bebal, tak peduli, bahkan pura-pura tak mendengar keluhan dan tangisan kemiskinan sepanjang zaman. Para wakil rakyat ini terus asyik dengan kepentingan kantongnya sementara tugas utama memikirkan nasib 230 juta rakyat Indonesia terabaikan.
Hendriwan Angkasa
Tanah Sereal, Tambora,
Jakarta Barat [mor]