Minggu, 27 Mei 2012 | 01:45 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Konflik Indonesia-Malaysia
PBNU Peringatkan Presiden SBY
Headline
Presiden SBY - inilah.com/Agus Priatna
Oleh: MA Hailuki
web - Sabtu, 4 September 2010 | 20:03 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) agar mendesak Malaysia meminta maaf kepada Indonesia.

Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siradj mengatakan dalam perundingan Kinabalu Indonesia harus berani bersikap tegas terhadap Malaysia.

Yang diinginkan PBNU dalam masalah Malaysia-Indonesia adalah agar SBY bersikap tegas dan berani kepada Malaysia karena kita ada di pihak yang benar. SBY harus menyatakan bahwa kamu ( Malaysia ) terbukti salah dan untuk itu harus meminta maaf kepada rakyat Indonesia, tandas Said kepada wartawan saat berbuka puasa bersama dengan para ulama, duta besar negara sahabat dan pengurus PBNU di Gedung PBNU Jl. Kramat Raya 164 Jakarta, Sabtu (4/9).

Lanjut Said Aqil, NU berharap bangsa Indonesia tidak takut atau minder menghadapi Malaysia, karena persoalan ini menyangkut harga diri bangsa.

Apalagi masalah ini menyangkut harga diri dan kedaulatan bangsa Indonesia, sehingga sebagai kepala negara SBY harus tegas menghadapi setiap negara yang coba-coba melecehkan kedaulatan negara, tambah Said Aqil.

Sebagaimana diketahui, Senin (6/9) pemerintah Indonesia dan Malaysia akan melakukan pertemuan di Kinabalu, Malaysia untuk membahas batas wilayah kedaulatan kedua negara. Kedua negara akan diwakili oleh menteri luar negeri. [mah]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.