Selasa, 29 Mei 2012 | 05:00 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Kejaksaan Kalah Pamor dari KPK
Headline
inilah.com/Agung Rajasa
Oleh: Ahluwalia
web - Minggu, 5 September 2010 | 15:05 WIB
INILAH,COM, Jakarta - Siapa bakal pengganti Jaksa Agung Hendarman Supandji? Mengapa Jaksa Agung kalah gebrak dibandingkan KPK? Kini berkembang gagasan agar calon Jaksa Agung dari luar Kejaksaan, untuk memperbaiki kredibilitas dan citra Kejagung.
Sudah jadi bukti bahwa Jaksa Agung dari kalangan karir di dalam Kejagung selama beberapa tahun belakangan tidak banyak membawa perubahan berarti bagi lembaga penuntut umum itu.
Akibatnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dianggap sengaja melembekkan dan melemahan Kejagung dengan cara membiarkan Jaksa Agung bekerja tak efektif dan tidak tegas.
Kejakgung dinilai kalah gebrak dibandingkan KPK. Belakangan ini, gebrakan KPK meledak dengan menetapkan 26 politisi sebagai tersangka dalam kasus suap pemilihan Deputi Gubernur Senior BI Miranda Goeltom dan itu cukup mengejutkan.
KPK yang belakangan mirip kura-kura tiba-tiba berubah laksana banteng mengamuk. Namun mengapa Kejagung tampak adem-ayem dan kalah pamor sama KPK?
Kini berbagai pandangan dari berbagai kalangan di masyarakat yang menghendaki kejaksaan bisa mendongkrak citra dan kinerjanya sebagai penegak hukum. Selama beberapa tahun terakhir, bermunculan sederet kasus yang dilakukan aparat kejaksaan dan berakibat merusak lembaga itu.
Selama ini berkembangan persepsi bahwa ada kelemahan dan keuntungan jika calon jaksa agung merupakan jaksa karier. Keuntungannya, sang calon sudah mengetahui peta di dalam kejaksaan sehingga bisa memilah personel yang bisa diandalkan membenahi institusi itu.
Juga penanganan perkara akan lebih mudah karena calon tersebut mengetahui perjalanan suatu kasus. Namun, jika jaksa karier tersebut tidak memiliki kredibilitas yang baik, maka yang terjadi adalah sebaliknya.
Aktivis Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi Fadjroel Rahman menuturkan, calon jaksa agung dari nonkarir perlu dipertimbangkan apabila pemerintah memang serius mengedepankan pemberantasan korupsi.
Masuk akal pandangan Sekjen Transparency International Indonesia Teten Masduki, bahwa sebaiknya Jaksa Agung pengganti Hendarman berasal dari luar kejaksaan atau bukan jaksa karier untuk mereformasi institusi penegak hukum tersebut.
Jaksa agung dari jaksa karier terbukti kinerjanya lebih buruk. Terlihat, tidak adanya perubahan dalam tubuh kejaksaan dan banyak program reformasi yang tidak jalan, tuturnya.
Mampukah Jaksa Agung menyamai pamor KPK kelak? Sebuah pertanyaan yang harus dijawab Kejagung secepatnya sebelum kepercayaan publik kian terpuruk saja. [mdr]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.