Kamis, 17 Mei 2012 | 04:19 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Ekonomi AS Ambruk, Rupiah Jatuh
Headline
inilah.com/ Bayu Suta
Oleh: Asteria
web - Jumat, 30 Januari 2009 | 18:46 WIB
INILAH.COM, Jakarta Nilai tukar rupiah di penghujung pekan ini terus melemah hingga mendekati level 14 ribu per dolar AS. Memburuknya data-data ekonomi AS memicu investor memburu dolar AS sebagai aset aman.
Kurs rupiah di pasar spot antar bank Jakarta, Jumat (30/1), melemah 61 poin ke level 11.376 dibandingkan penutupan kemarin di level 11.315 per dolar AS. Sedangkan menurut data Bloomberg pukul 16.20 rupiah melemah 0,62% ke level 11.390 per dolar AS atau turun 70 poin.
Pengamat valas Frans Darwin Sinurat mengatakan, rupiah hari ini kembali terseret turun dan mendekati level 14 ribu per dolar AS. Hal ini dipicu tekanan yang berasal dari tingginya permintaan dolar AS di akhir bulan untuk kebutuhan korporasi. "Banyaknya permintaan dolar AS, membuat rupiah melemah sore ini," katanya.
Sementara itu, minimnya sentimen dari pasar domestik, membuat rupiah sulit bertahan dari imbas buruk kondisi eksternal. Seperti jatuhnya bursa global dan regional paska rilisnya beberapa data ekonomi. "Efek sistemik dari krisis finansial ini menekan pergerakan rupiah," tandasnya.
Seperti diketahui, permintaan durable goods anjlok 2,6% untuk lima bulan berturut-turut. Kemudian penjualan rumah baru per Desember jatuh hingga 14,7% dan angka pengangguran di AS pada pekan yang berakhir 24 Januari naik menjadi 588 ribu orang, melebihi estimasi pada analis yang hanya 575 ribu.
Sentimen negatif lain adalah estimasi rilisnya data kemajuan pertumbuhan ekonomi AS (GDP) AS malam ini, yang diramalkan memburuk. "Memburuknya data-data ekonomi AS membuat investor makin enggan memegang mata uang yang memberikan imbal hasil tinggi, sehingga dolar menguat," ulasnya.
Anjloknya rupiah dinilai BI sebagai hal yang wajar di tengah kondisi regional yang tidak menguntungkan. "Kalau hari ini rupiah tertekan, itu berlaku secara umum. Karena bukan hanya rupiah, tapi mata uang regional juga mengalami tekanan. Ini hal yang biasa," kata Deputi Gubernur BI Budi Mulya.
Namun, Budi meyakinkan BI akan selalu berada di pasar untuk menjaga volatilitas rupiah agar tidak memberikan tekanan kepada dunia usaha maupun kepada rupiah. "Volatilitas itu harus diminimalkan impact-nya pada dunia usaha dan perekonomian," lanjutnya.
Rupiah sore ini berada di level 7.538,77 atas dolar Singapura, di angka 14.639,04 terhadap mata uang gabungan negara Eropa dan di level 7.326,14 atas dolar Australia.
Mata uang kawasan sore ini diperdagangkan bervariasi terhadap dolar AS. Yen Jepang naik 0,7% ke level 89.391, dolar Australia menguat 1,23% menjadi 0.6443, peso Filipina terperosok 1,89% ke level 47.390, dan dolar Singapura jatuh 0,11% menjadi 1.509.
Sedangkan dolar Taiwan menguat 0,51% menjadi 33.589, dolar New Zealand naik 0,25% ke level 0.5127, ringgit Malaysia turun 0,26% ke 3.6078, baht Thailand melemah 0,21% menjadi 34.9630 dan won Korsel menguat 0,01% ke level 1.379 per dolar AS. [E1]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.