inovasi portal berita
Selasa, 7 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,998.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

BoW Saham Terkoreksi Pekan Lalu

Headline
inilah.com/Agung Rajasa
Oleh: Asteria
Senin, 6 September 2010 | 06:42 WIB
TERKAIT
INILAH.COM, Jakarta Penguatan di bursa saham Indonesia Senin (13/9) diperkirakan terus berlangsung. Rekomendasi 'buy on weakness' (BoW) bagi saham yang pekan lalu sudah mengalami tekanan jual, seperti ADRO, PGAS dan INCO.

Hendri Effendi, analis PT Citi Pacific Sekuritas mengatakan, tren penguatan indeks hari ini akan berlanjut. Tertembusnya level psikologis di 3.150 akhir pekan lalu, mengkonfirmasi bahwa periode konsolidasi bursa telah berakhir.
Hal ini ditambah sentimen positif dari eksternal, terutama bursa Wall Street. Sehingga IHSG pada hari ini dapat menguat lagi, ujarnya kepada INILAH.COM.

Departemen Tenaga Kerja AS mengungkapkan ada sekitar 54 ribu orang kehilangan pekerjaannya sepanjang Agustus. Namun data ini lebih baik dari prediksi pasar yang mengatakan akan ada 100 ribu orang yang kehilangan pekerjaannya. Sementara itu, pekerjaan di sektor swasta bertambah sebesar 67 ribu.

Di tengah kondisi ini, Hendri merekomendasikan saham-saham big cap yang mengalami tekanan jual pada akhir pekan lalu. Seperti saham PT Perusahaan Gas Negara (PGAS), PT Adaro Energi (ADRO) dan PT International Nickel Indonesia (INCO). Rekomendasi buy on weakness pada emiten-emiten ini, paparnya.

ADRO dinilai menarik setelah terkoreksi pada beberapa hari pekan lalu, terutama didukung fundamental yang kokoh. Sementara penurunan laba perseroan pada semester pertama 2010, bukan disebabkan faktor operasional namun karena harga batubara yang flat, bahkan hingga akhir tahun.

Hendri pun merekomendasikan saham ADRO terkait isu placement, yang menekan harga sahamnya, bahkan dapat mencapai level Rp1.500. Investor sebaiknya melakukan aksi beli sekarang karena setelah placement, harga ADRO akan naik, ucapnya.

Demikian juga saham PGAS, yang dinilainya tidak memiliki alasan kuat untuk terkoreksi pada perdagangan pekan kemarin. Salah satunya karena naiknya ASP (average selling price) baru untuk gas rata-rata sebesar 12%, sehingga kinerja kurtal dua 2010 cukup bagus. Dengan kontrak harga jual rata-rata yang cukup tinggi, pada semester dua 2010 diekspektasikan ada kenaikan lagi, katanya.

Hal ini didukung volume distribusi yang mulai meningkat, didukung suplai dari Conoco Philips. Sebelumnya, produksi di Conoco Phiilips terkendala hingga tidak dapat memenuhi kontrak pengiriman sebanyak 396 mmscfd pada 2010. Tekanan pada saham PGAS akhir-akhir ini, membuka peluang untuk bei, ujarnya.

Saham INCO juga termasuk emiten yang berpeluang rebound. Koreksi INCO, yang termasuk big cap di sektor mining, semata untuk menyesuaikan dengan pelemahan saham di sektor lain, seperti perbankan. INCO ditekan dulu agar harganya murah, ucapnya.

Pada perdagangan Jumat (3/9), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melesat 42,128 poin (1,34%) ke level 3.164,277. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia cukup ramai, dimana volume transaksi tercatat sebesar 4,812 miliar lembar saham senilai Rp4,128 triliun, dan frekuensi 94.902 kali.

Sebanyak 127 saham naik, 71 saham turun dan 84 saham stagnan. Kenaikan bursa didukung aksi beli asing yang mencatatkan nilai transaksi beli (net foreign buy) sebesar Rp182 miliar. Dimana nilai transaksi beli mencapai Rp1,336 triliun dan nilai transaksi jual hanya Rp1,154 triliun. [nat/mdr]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.