INILAH.COM, Jakarta - Sistem kelistrikan di Jawa Bali akan mendapatkan tambahan pasokan daya sebesar 330 MW dengan mulai beroperasinya PLTU Indramayu Unit 1 pada November 2010.
Saat ini, seperti dilansir dari situs resmi PLN Persero, PLTU Indramayu unit 1 tersebut sedang dalam tahap komisioning (pengujian). Dengan masuknya tambahan daya dari PLTU Indramayu, dipastikan semakin memperkuat ketersediaan dan keandalan pasokan listrik di Jawa Bali. Sekarang ini, daya mampu pembangkit di Sistem Jawa Bali sekitar 19.000 MW dengan perkiraan rata-rata beban puncak sekitar 17.800 MW.
PLTU Indramayu dibangun dengan kapasitas 3x 330 MW ini, terdiri dari tiga unit mesin pembangkit. Dibangun di atas lahan seluas 83 hektar di desa Sumur Adem, Kecamatan Sukra Kabupaten Indramayu. Setelah Unit 1 PLTU Indramayu beroperasi tahun ini, diharapkan akan disusul kemudian dengan beroperasinya mesin pembangkit Unit 2 pada pertengahan Pebruari tahun depan. Sedangkan mesin pembangkit Unit 3, diperkirakan sudah bisa memasuki tahapan commercial operation date (COD) pada pertengahan Mei 2011.
Proyek pembangkit listrik ini, dibangun dengan kebutuhan biaya sebesar US$696,734 dan Rp1.497 milyar. Pendanaannya bersumber dari dari pinjaman Bank of China, konsorsium beberapa bank nasional dan APLN. Pendanaannya bersumber dari dari pinjaman Bank of China, konsorsium beberapa bank nasional dan APLN. Pelaksana kontrak pekerjaan dilaksanakan oleh SINOMACH CNEECPT Penta Adi Samudera Joint Operation. Sedangkan konsultan disain dikerjakan oleh PT Prima Layanan Enjinering.
Kebutuhan batubara untuk PLTU Indramayu yang merupakan bagian dari proyek 10.000 MW ini, diperkirakan mencapai 4.200.000 ton/tahun. Nantinya listrik yang dihasilkan dari PLTU ini akan disalurkan melalui transmisi 150 kV ke Gardu Induk (GI) Sukamandi. [san/cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !