INILAH.COM, Teheran - Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad menganugerahkan penghargaan 'pejuang anti kezaliman' kepada 9 warga asing. Salah satunya termasuk wakil Ketua MPR, AM Fatwa.
AM Fatwa datang ke Iran selaku tamu kehormatan Wakil Ketua Majelis Iran Seyyed M Hassan Abotorabifard dan Wakil Presiden Iran Bidang Veteran /Ketua Foundation of Martyrs and Veteran Affairs, Hussein.
Penghargaan dari Pemerintah Iran tersebut disampaikan langsung Ahmadinejad kepada AM Fatwa dan delapan tokoh lainnya yang berasal dari Afrika Selatan dan Lebanon.
Presiden Iran mengatakan bahwa pemerintahnya menilai AM Fatwa sebagai tokoh yang berjuang dalam melawan kezaliman di Indonesia.
Dalam kesempatan itu, AM Fatwa mengungkapkan rasa terima kasih atas penghargaan yang dianugerahkan pemerintah Iran kepadanya. Fatwa, yang kelahiran Bone, Sulawesi Selatan, 12 Februari 1939, menjelaskan bahwa kondisi Indonesia sudah semakin berubah menjadi negara yang lebih demokratis melalui proses reformasi tahun 1998.
"Proses reformasi juga mendorong berlangsungnya rekonsiliasi antara pendukung rezim lama dengan kelompok reformasi yang membuat Indonesia menjadi negara demokrasi terbesar ketiga," kata Fatwa.
Ia pun lantas mengisahkan perjalanan hidupnya yang sempat masuk penjara namun kini bisa menjadi pejabat negara.
Dalam pandangan mantan staf khusus Menteri Agama semasa Tarmzi Taher itu, peranan revolusi Iran dan reformasi Indonesia yang menjadi pilar pengantar untuk membuat kedua negara menjadi lebih baik lagi, meski terdapat perbedaan.
AM Fatwa berada di Iran hingga tanggal 1 Februari 2009 dan dijadwalkan bertemu Penasehat Presiden Iran Ayatollah Nouri Hamedani di kota Qom, Wapres I Parviz Davoudi dan Kepala Judiciary Iran Ayatollah Mahmoud Hashemi Shahroudi. [*/ana]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !