inovasi portal berita
Selasa, 7 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,998.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Jelang Lebaran, Saham Konsumsi Masih Seksi

Headline
inilah.com/Agung Rajasa
Oleh: Asteria
Senin, 6 September 2010 | 08:11 WIB
INILAH.COM, Jakarta Mendekati libur Lebaran pekan ini, saham yang menarik semakin berkurang. Namun, saham consumer goods dan saham berbasis konsumsi domestik tetap jadi pilihan menarik.

Analis pasar modal dari CLSA merekomendasikan saham consumer goods dan yang berbasis konsumsi domestik. Hal ini dipicu ekspektasi suku bunga AS tidak akan naik hingga pertengahan September 2011 dan suku bunga BI rate yang masih di kisaran rendah. Walaupun ada peluang BI naik suku bunga itu sudah diprediksikan pasar sekitar 25-50 bsp, ujarnya.

Dengan suku bunga rendah, maka tren penguatan rupiah atas dolar AS akan berlanjut hingga akhir tahun. Hal ini mengindikasikan bahwa inflasi masih akan terkendali. Apresiasi rupiah ini menekan imported inflation yang masuk lewat industri manufaktur nasional.

Biaya produksi yang berbahan baku impor turun sehingga membantu meredam laju harga di dalam negeri, katanya. "Daya beli masyarakat dalam negeri pun akan terdongkrak."

Keuntungan akibat penguatan rupiah dan naiknya daya beli, membuat sektor yang berbasis pasar domestik ini menjadi primadona hingga pertengahan 2011. Beberapa sekuritas asing bahkan sudah menaikkan bobot portfolio asing di sektor konsumsi, baik saham consumer goods atau berbasis konsumsi dalam negeri.

Beberapa saham yang direkomendasikan CLSA adalah PT Kalbe Farma (KLBF) dan PT Indofood Sukses Makmur (INDF). Demikian juga saham semen PT Holcim (SMCB) dan PT Indocement (INTP). Dengan permintaan domestik yang kuat dan penguatan rupiah, emiten-emiten ini masih akan menguat. Rekomendasi beli saham-saham ini, tandasnya.

Di sisi lain, Yusuf Adiwinoto, analis Batavia Prosperindo Sekuritas merekomendasikan saham sektor consumer goods seperti PT Unilever (UNVR) dan PT Indofood (INDF). Menurutnya, memasuki musim perayaan Lebaran, Natal dan tahun baru, emiten-emiten ini akan mendulang laba besar. Alhasil, kinerjanya pun akan positif, ujarnya.

Sedangkan untuk sektor berbasis konsumsi domestik, seperti perbankan juga dinilai menarik. Hal ini terkait pertumbuhan kinerjanya yang positif. Meski ada ekspektasi kenaikan suku bunga, target pertumbuhan kredit 2010 sebesar 24% masih bisa tercapai.
Beberapa saham yang menjadi pilihannya adalah PT Bank Mandiri (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dan PT Bank Central Asia (BBCA).

Hal senada juga diungkapkan pengamat pasar modal Arga Paradita Sutiono. Menurutnya, momentum Ramadan dan Lebaran secara historis, selalu membawa sektor berbasis konsumsi naik. Saham pilihan di sektor ini adalah PT HM Sampoerna (HMSP). Saya rekomendasikan beli saham tersebut, katanya.

Helmy Therik, analis dari AAA Securities memperkirakan, saham yang menjadi leading, masih berasal dari sektor berbasis konsumsi. Naiknya angka pertumbuhan ekonomi (GDP) yang cukup pesat, membuat risiko BI rate dan inflasi terbatas. Pasalnya, selama GDP tumbuh, konsumsi masyarakat dan penyaluran kredit akan meningkat, ulasnya.

Selain itu, capital inflow masih terus mengalir, terindikasi dari kurs rupiah yang menguat stabil di bawah 9.000 per dolar AS, serta antisipasi investor atas up-grade rating Indonesia ke investment grade tahun depan, menjadi katalisnya.

Ia pun merekomendasikan saham berbasis konsumsi domestik dari sektor infrastruktur, yakni PT Semen Gresik (SMGR), PT Indocement (INTP) dan PT Holcim Indonesia (SMCB).
Sedangkan untuk sektor konstruksi, saham pilihannya adalah yang tereskpos proyek infrastruktur pemerintah, seperti PT Pembangunan Perumahan (PTPP), PT Adhi Karya (ADHI) dan PT Wijaya Karya (WIKA). [nat/mdr]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.