INILAH.COM, Cikeas - Ekses negatif sistem demokrasi yang berlangsung saat ini diminta dikoreksi agar cita-cita reformasi dapat terjaga.
Dalam sambutan acara buka puasa bersama dengan pimpinan partai politik koalisi SBY-Boediono di Puri Cikeas, Bogor, Minggu (5/9), Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta, semua pihak harus bersama-sama memberikan koreksi bila ada yang menyimpang.
"Banyak ekses dalam demokrasi yang kita jalankan, termasuk pemilu kepala daerah. Bila ada ekses jangan berdiam diri, mari kita lakukan perbaikan," tegasnya.
Kepala Negara menjelaskan reformasi gelombang pertama yang bergulir sejak 1998 telah sama-sama dilalui. Sistem demokrasi telah terbentuk namun bukan berarti tidak ada kekurangan.
"Desentralisasi dalam praktiknya ada penyimpangan . Mari kita perbaiki. Jangan dibaca dengan pengembalian sistem otoritarian, karena demokrasi, ham dan desentralisasi adalah agenda reformasi kita, tapi bila ada masalah jangan kita diamkan," tegasnya.
Menurut Presiden, upaya-upaya untuk menyusun sistem nasional dan konsensus bagi masa depan Indonesia bukanlah monopoli elit politik semata. Namun, ruang diskusi dan wacana dari publik diakomodasi, sehingga semua pihak ikut serta mewujudkan sistem nasional bagi Indonesia di masa yang akan datang.
"Kita punya tanggung jawab. Saya senang bila parpol pikirkan itu semua. Kita semua sebagai pelaku, stake holder. Pemerintah, DPR, DPD tidak boleh monopoli apa pun . Mari kita buka ruang publik yang semakin luas," paparnya. [ant/bar]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !