INILAH.COM, Jakarta - Perdagangan saham tinggal dua hari lagi menjelang Lebaran. Diprediksiksikan, lajunya tetap menguat. Investor semakin bergairah setelah keluarnya data inflasi dan BI rate. Aji Martono, pengamat pasar modal dari Capital Bridge Indonesia mengatakan, potensi penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pekan ini, salah satunya karena faktor investor yang sudah mencermati preforma dan kondisi fundamental makro ekonomi Indonesia.
Pasar merespon positif data inflasi Agustus di level 0,76% dan BI rate bertahan di level 6,5%. Dia menegaskan, pasar menilai faktor internal sangaat kondusif bagi penguatan indeks saham.
Karena itu, investor tertarik untuk kembali mengakumulasi, terutama saham-saham
bluechips. Buktinya, level 3.164 yang merupakan rekor baru, berhasil dicapai, katanya kepada
INILAH.COM, di Jakarta, Jumat (3/9).
Karena itu, lanjut Aji, level
support kuat IHSG pada dua hari perdagangan, Senin (6/9) dan Selasa (7/9) awal pekan ini berada di level 3.120. Sedangkan, level
resistance mengarah ke level 3.190 dengan peluang mengejar titik psikologis di level 3.200, ujarnya.
Pada perdagangan Jumat (3/9), IHSG

ditutup melesat 42,128 poin (1,34%) ke level 3.164,277. Indeks saham unggulan LQ45

juga naik 8,148 poin (1,38%) ke level 597,916. Penguatan itu, menandakan indeks masih balik arah (
reversal) dari level
support-nya, karena tidak ada berita buruk yang menghambat, papar Aji.
Penguatan tersebut, merupakan
technical rebound dari gejala anomali pada perdagangan akhir pekan lalu. Akibatnya, market sulit turun pada dua hari perdagangan yang tersisa di pekan ini, tandas Aji.
Lebih jauh Aji mengatakan, penguatan indeks saham juga dipicu pengaruh positif dari peluang kenaikan bursa regional. Ini menjadi salah satu indikator yang dapat menarik minat investor. Karena itu, arus
capital inflow terus mengalir deras. Sebab, investor melakukan
bargaining position, di pasar domestik, ungkapnya.
Alhasil, imbuhnya, saham-saham di sektor perbankan pun sudah kembali berada dalam tren penguatan. Begitu juga dengan saham-saham
bluechips seperti PT Astra Internasional (ASII). Saham-saham
second liner pun tak ketinggalan sehingga pekan lalu marak ditransaksikan. Tak terkecuali pekan ini, timpalnya.
Aji yakin betul, pada dua hari jelang libur lebaran ini, IHSG coba akan menembus level tertinggi baru. Walaupun, saham-saham yang sudah
overbought, akan terancam aksi
profit taking, tukasnya.
Di sisi lain, Aji menambahkan, kenaikan harga
crude palm oil (CPO) ke level 907,50 per ton, berdasarkan harga di Rotterdam, memicu giliran bagi kenaikan saham di perkebunan CPO. Tapi, sektor pertambangan kemungkinan melaju stagnan karena sudah
overbought, ucapnya.
Karena itu, sektor saham yang berpeluang menjadi penggerak indeks pekan ini adalah infrastruktur, otomotif dan perbankan. Sedangkan sektor tambang, peluangnya 50:50, sehingga cenderung stagnan, tutur Aji.
Dalam kondisi ini, Aji merekomendasikan positif saham farmasi PT Kalbe Farma (
KLBF) yang sudah merapat ke level Rp2.000 sehingga potensial menguat. Kemudian, PT Mitra Adiperkasa (
MAPI), secara teknikal memiliki potensi penguatan ke level Rp1.700 hingga Rp2.000.
Begitu juga dengan saham PT Astra Internasional (
ASII) yang bagi pemegangnya merupakan saham jimat. Emiten sektor otomotif ini masih punya peluang untuk menguat.
Adapun saham yang menarik di sektor pertambangan adalah PT Medco Energy (
MEDC). Sebab, saham ini telah melemah pada perdagangan akhir pekan lalu. Akan terjadi penguatan di dua hari terakhir perdagangan ini karena terjadi
bargaining position, urai Aji.
Sementara penguatan di saham-saham
second liner pekan lalu, justru akan memicu
profit taking awal pekan ini. Sebab, untuk naik, sangat sulit mencari alasannya. Ini akan sedikit menghambat penguatan indeks saham secara keseluruhan, imbuhnya.
Tapi, terlepas dari faktor itu, dengan fundamental yang cukup kuat, saham-saham seperti PT Bank Himpunan Saudara (
SDRA) dan PT Tri Polyta Indonesia (
PTIA) akan terjadi suatu
bargaining bagi investor. Saya rekomendasikan, investor berada dalalm posisi
buy untuk saham-saham tersebut, imbuh Aji. [mdr]