Selasa, 29 Mei 2012 | 01:48 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Ibas: Indonesia Belum Mampu Berperang
Headline
Edhie Baskoro Yudhoyono - IST
Oleh:
web - Senin, 6 September 2010 | 03:11 WIB
INILAH.COM, Solo - Ketidakmampuan Indonesia untuk berperang dengan Malaysia diungkapkan anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Edhie Baskoro Yudhoyono.

Ibas, sapaan Edhie Baskoro, menilai Indonesia tidak mampu adu senjata dengan Malaysia. TNI (Tentara Nasional Indonesia) dianggapnya juga tidak memiliki persenjataan yang mumpuni.

"Dari segi finansial Indonesia belum mampu untuk berperang dan persenjataan yang dimiliki TNI kita juga tidak mendukung," ujar Ibas di Solo Jawa Tengah, Minggu (5/9).

Anak bungsu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini mengimbau, wacana sejumlah pihak untuk menyelesaikan ketegangan hubungan Indonesia-Malaysia dengan perang harus dipikirkan kembali.

"Keputusan untuk perang harus dipikirkan," ujar Ibas.

Untuk itu, Sekjen Partai Demokrat itu mendukung sepenuhnya langkah Presiden SBY, yang menempuh jalur diplomatik untuk menyelesaikan masalah dengan negara tetangga serumpun itu.

"Indonesia lebih mengedepankan perdamaian dan kerja sama yang mendalam dengan negara-negara tetangga," pungkasnya. [waspada/bar]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
7 Komentar
anti malingsia
Kamis, 16 September 2010 | 16:33 WIB
Hebat!!!! Mengecilkan bangsa sendiri. Dasar pengecut!!! Mampu atau tidak, jika harga diri sudah diinjak-injak, maka kekuatan diri pun akan muncul!!!!
Akbar
Rabu, 8 September 2010 | 02:30 WIB
IBAS tdak pantas untuk mengeluarkan statmen yg mengatakan indonesia belum mampu untuk berperang, yang pantas untuk mengatakan mampu ato tidaknya adalah orang tuanya (SBY) selaku pimpinan negara. walaupun ibas anggota 1 komisi DPR Ri tetap saja tidak pantasuntuk mengatakan seperti itu. sebagai anak bangsa dan demi kehormatan dan martabat negara kita harus sparatisme bukannya terkesan ragu dan cenderung takut..
bajulindo
Selasa, 7 September 2010 | 15:53 WIB
sekolah di mana sih ni anak ?! nasionalisme masih NOL aja udah sok2an ikutan politik...amatir. Atau, biar keliatan berperan aktif, doi ngerasa haryus juga bicara ke pers...meski akhirnya omongannya ngawur..membabi buta ngebelain bapaknya...beginilah tipikal politisi karbitan...
mike alpha sierra
Senin, 6 September 2010 | 22:09 WIB
TNI tidak pernah takut mati apalagi takut berperang, jika kita pikir secara bijak apakah berperang dapat menyelesaikan permasalahan yg ada?? Tidakkah akan muncul penderitaan yg lain? Mampukah logistik bangsa ini unt mendukung perang???? Untuk tuan2 yg terhormat yg duduk di Lembaga2 legislatif, mohon dengan sangat hormat untuk memikirkan alutsista yg kita miliki.. " Negara kita akan dihormati dan disegani negara lain apabila kita memiliki pertahanan yg kuat" To all : "I am really appreciate to every body who really care about this nation, sovereign and the freedom, let's we develop our country become a big country who has a Powerfull"
Latifah Iriani
Senin, 6 September 2010 | 14:08 WIB
Yang mengecilkan kemampuan bangsa sendiri merupakan cermin kemampuan diri yang amat sangat kecil.... Memang sih gak pernah merasakan berjuang... tapi jadi AMAT SANGAT PRIHATIN dengan generasi seperti ini....
alex
Senin, 6 September 2010 | 07:55 WIB
jaman kemerdekaan, INDONESIA juga tak mampu secara finansial dan persenjataan tapi dengan tekad dan iklas, bisa menang juga. Kamu aja takut mati !!!!!!!!!!!!!
anak bangsa
Senin, 6 September 2010 | 07:40 WIB
Bukan gak mumpuni perang, tapi pemimpin eksekutifnya gak sanggup ambil keputusan penting..., kno opsinya perang, bukan perang tapi ketegasan gak plenca plence..perang opsi terakhir dan paling buruk...
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.