INILAH.COM, Misano - Meski jadi kampiun di GP San Marino, Dani Pedrosa tak mampu larut dalam kebahagiaan terlalu lama karena terkejut saat mendengar tewasnya pembalap Moto2 asal Jepang, Shoya Tomizawa.
Dunia MotoGP khususnya Moto2 memang telah kehilangan salah satu pembalapnya tersebut. Tomizawa mengalami cedera parah, terlindas dua motor lain. Kondisinya kritis dan tak mampu diselamatkan. Pembalap 19 tahun ini menghembuskan nafas terakhir di rumah sakit.
Para juara di kelas MotoGP diberitahu setelah pemberian trofi, dimana Pedrosa, Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi yang naik podium. Mereka semua mengaku terkejut dengan kabar ini.
Pedrosa mengatakan dirinya sangat terpukul kematian Tomizawa, terlebih hanya selang sepekan setelah Peter Lenz, 13 tahun, juga tewas di Grand Prix Indianapolis.
Hari ini semua orang bersedih. Kami merasa ada lubang besar di sini, di hati kami, dan kami semua merasa kosong, aku pebalap Repsol Honda asal Spanyol ini, seperti dilansir dari autosport.
Dua pebalap dalam satu pekan, ini bukan perasaan yang bagus. Saya berarap kami tidak mengalami kecealakan fatal hingga balapan ini berakhir dan kami bisa menikmati olahraga ini dan terus melaju, paparnya.
Hal yang sama juga diutarakan Lorenzo yang menempati podium kedua, dia juga mengungkapkan rasa sedihnya atas meninggalnya Tomizawa.
Hari ini hari yang sangat menyedihkan karena kami kehilangan pembalap yang sangat kuat, sangat baik dan saya tidak bisa mengatakan apapun lagi, imbuh pebalap Fiat Yamaha ini.
Rekan satu timnya, Rossi menambahkan, Ketika hal ini terjadi, semua yang ada menjadi tiada. Shoya pebalap yang kuat dan orangnya sangat asik. Saya kira, semua orang sangat, sangat sedih, aku Rossi.[van]