INILAH.COM, Jakarta - Gedung baru DPR yang dirancang memiliki sejumlah fasilitas hiburan seperti spa dan rekreasi mendapat penolakan keras dari publik. Fraksi PKS di DPR pun menggelar audiensi dengan sejumlah aktivis.
Audiensi itu akan digelar di Gedung Nusantara I, Kompleks Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Senin (6/9) pada pukul 11.00 WIB.
Sejumlah aktivis yang menghadiri audiensi itu antara lain berasal dari LSM Lingkar Madani Indonesia (LIMA), Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP), Komite Pemilih Indonesia (Tepi), Indonesia Budget Center (IBC) dan Soegeng Sardjadi Syndicate (SSS).
DPR sebelumnya, telah menyetujui revisi perhitungan pembangunan gedung baru DPR yang dikritik sebagian besar masyarakat karena dinilai terlalu mahal. Dari sebelumnya perhitungan awal Rp 1,8 triliun untuk 27 lantai berikut pembangunan kontruksi sipil dan isi gedung serta informasi dan teknologi (IT), kini direvisi lebih murah menjadi Rp 1,5 triliun dengan 36 lantai.
Namun, sejumlah fasilitas hiburan seperti spa dan rekreasi belum dipastikan dihilangkan atau tidak. [mut]