Selasa, 29 Mei 2012 | 01:49 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Prajurit TNI Serang Presiden SBY Secara Terbuka
Headline
inilah.com
Oleh: Raden Trimutia Hatta
web - Senin, 6 September 2010 | 09:32 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Seorang prajurit TNI mengkritik kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Anggota TNI Angkatan Udara itu secara terbuka mengkritik kepemimpinan SBY yang juga Panglima Tertinggi TNI. Agaknya ini adalah kritik terbuka pertama kali seorang tentara aktif kepada panglimanya. Ada apakah gerangan?

Adjie Suradji, anggota TNI-AU itu, secara terbuka mengkritik Presiden SBY lewat tulisannya di kolom opini harian Kompas, Senin (6/9). Dia tidak menyebutkan pangkat dan kesatuannya.

Secara gamblang, Adjie membandingkan kepemimpinan SBY dengan presiden RI sebelum-sebelumnya.

Dalam tulisannya, ia menyebutkan keberhasilan-keberhasilan presiden Indonesia. Ia juga menyebut keberhasilan Megawati Soekarnoputri sebagai Ratu Demokrasi.

"Megawati sebagai peletak dasar demokrasi, ratu demokrasi, karena dari lima mantan RI-1, ia yang mengakhiri masa jabatan tanpa kekisruhan. Yang lain, betapapun besar jasanya bagi bangsa dan negara, ada saja yang membuat mereka lengser secara tidak elegan," tulisnya.

Usai menuliskan keberhasilan presiden-presiden RI sebelumnya, ia langsung menyayangkan kepemimpinan SBY yang tidak mampu mengubah hal buruk dari presiden RI terdahulu, yakni memberantas korupsi.

"Sayang, hingga presiden keenam (SBY), ada hal buruk yang tampaknya belum berubah, yaitu perilaku korup para elite negeri ini. Akankah korupsi jadi warisan abadi? Saatnya SBY menjawab. Slogan yang diusung dalam kampanye politik, isu 'Bersama Kita Bisa' (2004) dan 'Lanjutkan' (2009), seharusnya bisa diimplementasikan secara proporsional," kritiknya. [nic]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
4 Komentar
Oedhiex
Rabu, 8 September 2010 | 09:48 WIB
yach.... coba kalo dia yang jadi Presiden ...... apa bisa lebih baik????
ninglaras
Rabu, 8 September 2010 | 08:14 WIB
Kritik ini kritik yang banyak diamini oleh sebagian masayrakat.Dari contentsnya(the song) tidak ada yang baru(pembrantas korupsi yang memang terkesan abulradul) tapi pengkritiknya(the singer)yang menarik perhatian karena tidak lazim bawahan berani secara terang2an berani mengkritik atasan di budaya yang patriakal.
Abby
Selasa, 7 September 2010 | 16:53 WIB
Mungkin kita juga harus menyadari, bahwa SBY pernah masuk nominasi penerima Nobel Perdamaian dari Swedia. Karena itu ia tidak mungkin bersikap keras dalam berdiplomasi, apalgi untuk menyatakan perang dengan negara lain. Kinipun ia masih mengharap, meskipun harus mengorbankan harga diri bangsa.
andre
Senin, 6 September 2010 | 11:29 WIB
Emang ada yang dibanggakan dari seoraqng SBY? Yang ada korupsi yg merajalela dari teras istana sampai pd teras dprd. jangan jangan ia bagian juga dari koruptor. atau dana kampanye pilpresnya dari para koruptor kali.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.