INILAH.COM, Jakarta - Aksi Bumi Resources (BUMI) yang memangkas utang hingga US$1,6 miliar merupakan hal positif. Saham BUMI pun disarankan untuk beli oleh sebagian besar analis.
Hal itu dikutip dari hasil riset E Trading Securities, Senin (6/9). "Kami melihat hal ini positif, dikarenakan beban bunga yang ditanggung bumi sangat besar, pada semester pertama tahun 2010 yakni $257,4 juta meningkat 437% dari $47.9 juta," tulis riset tersebut.
Kewajiban BUMI saat ini mencapai $6,41 miliar atau meningkat 61% dari $3,97 miliar. Apalagi bila bumi menjual saham anak perusahaannya Bumi Mineral lewat IPO maka dana tersebut dapat digunakan oleh bumi mineral untuk modal kerja, sehingga secara konsolidasi beban bumi berkurang. "Namun kami sedikit meragukan komitmen BUMI untuk terus mengurangi hutang. Saat ini target harga konsesus analis adalah Rp.2475/saham dengan 12 analis merekomendasikan buy, 6 hold dan 3 jual."
Rencana terbaru manajemen BUMI menargetkan dapat mengurangi posisi utangnya sebesar US$ 1,6 miliar hingga akhir 2011. Utang yang akan dipangkas pada triwulan IV-2010 sekitar US$ 800 juta berasal dari kombinasi penerbitan saham baru non pre-empitve US$ 500 juta, penjualan aset serta tingkat pengembalian dari pinjaman yang diberikan.
Pada tahun 2010, BUMI telah melakukan penjualan 50% saham Enercorp Ltd senilai US$ 90 juta, kemudian BUMI menjual 70% saham PT Mitratama Perkasa senilai US$ 171,67 juta. Total dana segar yang diperoleh BUMI melalui 3 aksi tersebut sekitar US$ 761,67 juta. Dana ini akan digunakan untuk melunasi utang perseroan.
Untuk tahun 2011, rencananya pengurangan utang akan dilakukan sebesar US$ 800 juta. Jika utang yang akan dilunasi sebesar US$ 1,6 miliar hingga akhir 2012, maka kas BUMI akan bertambah US$ 192 juta per tahunnya. Khusus untuk tahun 2010, BUMI akan melunasi utang US$ 800 juta, berarti penghematan yang terjadi sebesar US$ 86 juta.
Saham BUMI pada pukup 10.05 menguat Rp10 ke Rp1.700 dengan volume 34.882 senilai Rp29,8 miliar sebanyak 435 kali transaksi. [hid]