INILAH.COM, Jakarta - Keputusan Bank Indonesia (BI) menetapkan suku bunga acuan/BI Rate di kisaran 6,5% memberikan sentimen positif untuk pasar modal.
Kekhawatiran inflasi cukup mempengaruhi tetapi BI Rate diperkirakan akan tetap 6,55 hingga akhir tahun 2010. "BI rate sekitar 6,55 turut mendukung pasar modal. Ada kekhawatiran pelaku pasar suku bunga acuan akan dinaikkan tetapi tidak tahun ini. Inflasi tinggi yang dikhawatirkanpelaku pasar ternyata di bawah perkiraan pasar," ujar Vice Presiden Research PT Valbury Asia Securities, Nico Omer J. saat dihubungi INILAH.COM, Senin, (6/9).
Nico menambahkan, BI rate diprediksikan sekitar 6% pada 2010 seperti ditetap BI. Suku bunga acuan tetap memberikan sentimen positif kepada pasar modal dilihat dari pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 0,34% ke level 3.164 pagi ini.
Hal senada diungkapkan oleh Kepala Riset PT Recapital Securities Pardomuan Sihombing. BI Rate tetap sekitar 6,5% memberikan sentimen positif untuk pasar modal. Hal ini dilihat dari penutupan IHSH yang ditutup menguat Jumat pekan lalu dan pembukaan IHSG naik 0,34% ke level 3.164,99 pada Senin (6/9). "BI tetap mempertahankan BI Rate memberikan sentimen positif untuk stimulus ekonomi meski inflasi tinggi," tutur Pardomuan.
Sementara itu, pengamat pasar modal Felix Sindhunata mengatakan, suku bunga acuan BI tetap 6,5% tidak memberikan pengaruh ke pasar modal. "BI Rate tetap tidak memberikan pengaruh karena tidak ada perubahan. Yang harus dicermati yaitu inflasi. Apakah inflasi karena faktor musiman? dan itu harus kita lihat," ujar Felix.
Felix mengharapkan, pemerintah dapat mengendalikan inflasi. Inflasi yang terkendali memberikan sentimen positif untuk perekonomian Indonesia.
Pada pergerakan IHSG Senin (6/9) pagi dibuka menguat 10,71 poin atau naik 0,34% ke level 3.164,99. Penguatan IHSG pagi ini mengikuti Wall Street dan ditopang naiknya 57 saham, sedang yang turun hanya 9 saham dan 49 saham masih stagnan. Volume perdagangan mencapai 69,8 juta saham dengan nilai transaksi sebesar Rp62,2 miliar.