inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Mega Presiden Idaman Anak-anak

Headline
Megawati - inilah.com/Antonio Lubis
Oleh:
Sabtu, 31 Januari 2009 | 17:21 WIB
INILAH.COM, Depok - Jika anak-anak boleh memilih siapa presidennya, tampaknya mereka lebih mengidolakan Megawati ketimbang SBY, Sultan, maupun Prabowo. Begitu yang terjadi di Kid Election (Pemilu Anak) yang diselenggarakan Amec Indors.

"Capres Megawati terpopuler di mata anak-anak," kata Direktur Eksekutif, Al-Ma'mun Education Center for Indonesia Research (Amec Indors), Husin Yazid, di sela-sela acara simulasi pemilu anak calon presiden di Kota Depok, Jawa Barat, Sabtu (31/1).

Megawati berhasil terpilih mengalahkan 11 capres lainnya. Megawati memperoleh suara 20,18 persen, posisi kedua ditempati Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan memperoleh (17,29 persen).

Selanjutnya tempat ketiga Sri Sultan Hamengkubowono X (15,17 persen), keempat Prabowo Subianto (12,83 persen). Berikutnya berturut-turut adalah Wiranto (7,47 persen), Hidayat Nur Wahid (6,10 persen), Din Syamsudin (5,04 persen), Abdurahman Wahid (3,72 persen), Soetrisno Bachir (2,35 persen), Rizal Ramli (0 persen), dan Muhammad Yasin (0 persen).

Ia mengatakan, 12 capres tersebut sudah diberi tahu melalui surat. Nama-nama capres tersebut diambil dari nama yang beredar di media massa.

Menurut Husin Yazid yang juga menjabat sebagai Direktur Eksekutif Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis), simulasi pemilu anak tersebut diikuti oleh anak didik di lingkungan sekolah Amec Indors dan anak sekolah perwakilan dari berbagai sekolah di Depok, Tangerang, dan DKI Jakarta.

Untuk jenjang pendidikan Taman Kanak-kanak (TK) sebanyak 150 siswa, SD (144 siswa), dengan jumlah keseluruhan sebanyak 294 siswa. Lebih lanjut Husin mengatakan, kegiatan sumulasi tersebut juga telah diberitahu KPU dan mendapat sambutan baik dari KPU.

"KPU menyambut baik dan mendukung kegiatan tersebut," kata Husin.

Dikatakannya penyelenggaraan simulasi pemilu anak untuk calon presiden dalam rangka memberikan edukasi nilai-nilai demokrasi kepada anak sejak dini. Di sisi lain mendorong memberikan jawaban atas keinginantahuan anak-anak terhadap penyelenggaraan pemilu, serta mengenalkan calon pemimpin kepada anak-anak.

Husin juga menegaskan akan melakukan kegiatan serupa untuk tingkat anak sekolah SMP dan SMU, tentunya yang belum mempunyai hak pilih. "Kita akan lakukan setelah pemilu legislatif," imbuh Husin. [*/ana]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.