INILAH.COM, Jakarta - Tanyakan kepada setiap orang, terutama laki-laki dewasa, pasti sangat kenal dengan nama Viagra. Pil ini dicari laki-laki yang mengalami gangguan atau disfungsi ereksi.
Viagra berbentuk pil berwarna biru dapat dikonsumsi lewat mulut dengan dosis 25, 50 atau 100 miligram. Fungsinya untuk mengobati disfungsi ereksi yang disebabkan oleh masalah organik (seperti diabetes atau kanker prostat), masalah psikologi, atau campuran masalah organik dan psikologi.
Dari hasil penelitian secara spesifik, Viagra membantu laki-laki mencapai dan mempertahankan ereksi secara memadai untuk aktivitas seksual. Viagra juga memperbaiki orgasme dan meningkatkan mutu keseluruhan hubungan seksual.
Tetapi belakangan sejumlah riset menyebutkan bahwa Viagra dapat menyebabkan sejumlah efek samping seperti jantung dan gangguan penglihatan dan lebih fatal kebutaan.
Pihak Pfizer yang memproduksi Viagra, membantah temuan yang mengatasnamakan hasil penelitian itu. Perusahaan yang bermarkas di New York ini mengatakan Viagra sangat aman dikonsumsi. Kalau pun sejumlah orang mengalami gangguan penglihatan hanyalah terjadi secara kebetulan.
"Tidak ada alasan bagi kami untuk concern terhadap masalah itu (kehilangan penglihatan)," ujar Cook.
Ia menegaskan bahwa sebelum dipasarkan, Viagra telah melalui serangkaian uji klinis yang luas dan mendalam, dan sejauh ini belum ada laporan bahwa Viagra secara spesifik mengakibatkan gangguan penglihatan para pemakainya.
Menurut Pfizer ada faktor lain seperti penyakit diabetes atau tekanan darah tinggi pada pengguna Viagra, yang mengakibatkan terjadinya gangguan penglihatan.
"Ada semacam tumpang tindih di antara dua kondisi tersebut. Kami yakin hal itu terjadi secara kebetulan dan bukan sebuah hubungan sebab akibat," bantah manajemen Viagra.
Nah, penelitian terbaru malah sebaliknya. Ini tentu membuat bingung konsumen. Viagra ternyata juga mampu menjadi pelindung bagi jantung.
Setelah sepekan melakukan penelitian terhadap tekanan darah tinggi pada tikus, tim peneliti menjelaskan gangguan jantung yang dapat mengurangi RGS2 atau pengatur dari protein tersebut, bisa berkurang hingga 90% dengan viagra. Hampir setengah dari tikus yang menjadi ajang percobaan mati akibat gangguan jantung.
Kenapa tikus yang diberi unsur Viagra tetap hidup? Para peneliti mengatakan sildenafil mempengaruhi RGS2, protein tunggal yang penting dalam berbagai reaksi yang melindungi fungsi pompa darah pada jantung dari kerusakan alat pernafasan itu.
Temuan yang dilansir awal pekan ini di The Journal of Clinical Investigation memperlihatkan sildenafil kemungkinan membuktikan kegunaan dalam pengobatan atau pencegahan gangguan jantung mengacu pada tekanan darah tinggi kronis.
Agaknya untuk membuat Anda tenang menyikapi kontroversi ini adalah berkonsultasi dengan dokter. Jangan menggunakan Viagra sembarangan tanpa mengecek kesehatan Anda terakhir. [L1]