INILAH.COM, Jakarta Bursa saham Indonesia Selasa (7/9) masih akan melanjutkan penguatan. Rekomendasi sell on strenght (SoS) semua saham atau trading pada saham perbankan. Analis pasar modal dari PT Lautandhana Sekurindo Muhammad Sugiarto memprediksi, IHSG di hari terakhir perdagangan sebelum libur Lebaran, masih berpeluang menguat. Aliran dana asing masih masuk, seiring antisipasi kenaikan rating investasi di Indonesia, katanya kepada
INILAH.COM. Menurutnya, tren positif berasal dari rilisnya data tenaga kerja AS yang relatif bagus. Meskipun Wall Street semalam libur Hari Buruh, namun sentimen positif ini telah menyebar ke bursa regional Asia. IHSG pun terus melanjutkan kenaikannya, ujarnya.
Namun, di tengah kenaikan IHSG ini, Sugiarto menyarankan investor untuk merealisasikan keuntungan. Terutama karena bursa domestik akan mengalami libur panjang. IHSG masih akan naik,
sell on strenght untuk semua saham
big cap, ucapnya.
Ia menambahkan, meskipun bursa melemah, koreksinya tidak akan melebihi level 3.200, yang merupakan support kuat. Penguatan rupiah atas dolar AS pun menjadi penghambat penurunan bursa lebih lanjut.
Sementara Willy Sanjaya mengatakan, bagi investor yang di hari terakhir perdagangan masih ingin bertransaksi, ia merekomendasikan saham sektor perbankan. Menurutnya, pemulihan data AS, menimbulkan optimisme pasar bahwa resesi akan segera hilang. Sehingga begitu terjadi
upturn di AS dengan data yang membaik, sektor perbankan yang akan menguat terlebih dulu, ujarnya.
Beberapa saham yang direkomendasikan di tengah sempitnya peluang trading adalah PT Bank Bukopin (
BBKP), PT Bank Jabar Banten (
BJBR) dan PT Bank Tabungan Negara (
BBTN).
Trading buy untuk emiten-emiten ini, ucapnya.
Pada perdagangan Senin (6/9), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)

berakhir melesat 52,871 poin (1,67%) ke level 3217,148. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia cukup ramai, dimana volume transaksi tercatat 3,759 miliar lembar saham, senilai Rp4,579 triliun dan frekuensi 97.521 kali.
Sebanyak 149 saham naik, 65 saham turun dan 78 saham stagnan. Asing menopang penguatan bursa, dimana nilai transaksi beli bersih (net foreign buy) mencapai Rp1,052 triliun. Rinciannya adalah transaksi beli Rp2,059 triliun dan transaksi jual mencapai Rp1,007 triliun. [mdr]