inovasi portal berita
Minggu, 12 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Menanti Redupnya SBY dan Mega

Oleh:
Senin, 2 Februari 2009 | 06:00 WIB
Politik Indonesia semakin memanas menjelang Pileg dan Pilpres 2009, PDIP memulai sepak terjangnya dengan rakernas di Solo dengan isu calon Wapres Mega, cukup berhasil menyita perhatian publik walaupun nominasinya bukan mengerucut malah membengkak.

Hal yang lumrah kalau para petingi partai ini tidak ingin gegabah melangkah dengan menominasikan satu orang tapi paling tidak PDIP jadi punya modal isu wapres yang bakal jadi pijakan dalam langkah langkah selanjutnya.

Belakangan gerindra malah ikut-ikutan langkah PDIP dengan menominasi sejumlah calon Wapres Prabowo langkah yang wajar, ke depan boleh jadi akan diikuti sejumlah partai semisal GOLKAR, PKS, PAN, PKB dll yang turut meramaikan bursa nominasi cawapres versi masing masing cara gampang untuk memperoleh perhatian media dan masyarakat.

Bulanbulan ini yang memang sudah dekat hajatan Pemilu bagi partai yang jeli dengan komunikasi media, tentulah akan melakukan segala cara untuk menarik liputan media salah satunya dengan model rapat kerja atau rapat konsultasi, cara ini bisa membuat perhatian masa akan beralih dari pusat perhatian selama ini yaitu SBY dan Mega.

Dan jika hal ini terus berlangsung model- model rapat kerja dan isu isu wapres ini terus menggema bukan tidak mungkin kepopuleran SBY dan Mega akan tenggelam dan tersaingi oleh liputan calon calon Wapres dan membuat nama capresnya sendiri akan terus melambung. Jadi kita tunggu geliat para partai dengan konvensi Cawapres versi masing-masing.

Fachruddin S, fachruddin_ok@yahoo.com
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.