INILAH.COM, Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengaku bangga selalu hadir merayakan di tengah-warga Tionghoa. Bahkan diakuinya, selama 10 tahun etnis Tionghoa merayakan Imlek dia selalu ikut bersama mereka.
"Alhamdulillah 10 tahun agama Konghucu resmi di Indonesia, 10 kali saya juga ikut merayakan bersama saudara. Saya begembira dan bersama-sama Saudara," ujar SBY saat memberikan sambutannya, pada perayaan Tahun Baru Imlek Nasional 2560, yang diselenggarakan Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (Matakin), di Jakarta Convention Center (JCC), Minggu (1/2).
Menurut SBY yang saat itu mengenakan pakaian merah bermotif emas, dalam tahun ke-10 perayaan Imlek secara nasional, merupakan wujud kepedulian serta hubungan harmonis dan kokoh yang tidak boleh terganggu karena perbedaan.
"Saya sangat sepakat dan menyambut baik tema di Imlek saat ini. Yakni Tuhan melihat seperti rakyat melihat, Tuhan mendengar seperti rakyat mendengar. Tema ini tepat, relevan dan kontekstual, tema universal mengajak seluruh bangsa menyadari hakekat hidup yang dijalani," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, SBY juga mengaku sebagai kepala negara, senang dengan adanya kemajuan hak-hak sipil bagi warga Tionghoa. Misalnya, tentang pencatatan Konghucu sebagai agama di catatan sipil yang tidak lagi dipermasalahkan. Selain itu pembahasan Konghucu sebagai agama sudah dibahas di Depag. [nng/nuz]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !