INILAH.COM, Jakarta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta warga Tionghoa untuk tidak menyia-nyiakan hak pilih yang telah dimilikinya. Ia juga meminta agar warga Tionghoa untuk mengerakkan roda perekonomian.
Dalam sambutannya, di perayaan Tahun Baru Imlek Nasional 2560, di Jakarta Convention Center (JCC), Minggu (1/2), SBY meminta penganut Konghucu ataupun warga Tionghoa untuk tidak melakukan golput.
"Dalam menghadapi pemilu, saya mengajak masyarakat Tionghoa dan penganut Konghucu untuk menggunakan hak pilihnya dangan baik," paparnya.
Dalam sambutan itu, SBY berharap pada 2009, masyarakat aman tentram dan damai menjadi tahun pendidikan politik yang baik. Karena itu, ia meminta warga Tionghoa yang sebagian besar pengusaha dan bergerak di bidang ekonomi untuk bersama-sama pemerintah menggerakkan roda ekonomi.
SBY juga mengaku gembira dengan adanya rencana peletakan batu pertama pembangunan klenteng di Taman Mini Indonesia Indah yang merupakan wujud keberhasilan bangsa.
Lebih lanjut, ia meminta menteri agama, menteri pendidikan nasional, dan menteri hukum dan HAM untuk terus meningkatkan kualitas dan hak-hak sipil bagi warga Tiongoa dan penganut Konghucu, sesuai UU 12/2006 tentang Kewarganegaraan.
"Pemerintah diminta tidak ragu-ragu dan memastikan tidak ada perlakuan diskriminatif terhadap siapapun pada masyarakat Tionghoa," ujarnya. [nng/nuz]