INILAH.COM, Milan Presiden Inter Milan Massimo Moratti menolak jika timnya disebut terlalu untuk mengulang prestasi musim lalu, kampiun Seri A, Coppa Italia, dan Liga Champions.
Sejumlah pihak melihat hengkangnya talenta muda Mario Balotelli memastikan skuad Nerazzurri berisi pemain-pemain veteran alias tua.
Javier Zanetti sudah menolaknya saat wawancara dengan La Gazzetta dello Sport pagi waktu setempat, dengan mengklaim ia dan rekan-rekannya masih haus gelar.
Begitu juga dengan presiden 65 tahun ini. Ia merasa timnya tak seperti yang dibicarakan banyak orang.
Kami bukan tim tua. Kami tak menang 10 tahun lalu, tapi baru dua bulan lalu, kata Morratti.
Kita pun fokus pada pembinaan pemain muda, kami sudah punya seorang talenta berbakat sedang yang lainnya segera menyusul.
Yang dimaksud Moratti adalah Philippe Coutinho. Gelandang serang 18 tahun ini dipinjamkan ke Vasco da Gama sejak 2008. Tahun lalu dia masuk timnas U-17 Brasil. Kini dia siap terlibat petualangan dengan Inter di Italia maupun Eropa.
Moratti menegaskan dirinya tak mau pesimistis karena faktanya ada tim lain yang lebih skuadnya didominasi pemain lebih tua. Moratti pun tak mau membeli pemain muda namun sia-sia.
Selain itu, pria yg identik dengan rambut putih gondrong berantakan dan kacamata ini coba bela pelatih baru Rafael Benitez yang diremehkan banyak pihak.
Saya tak mengerti kenapa orang menujukkan sikap pesimistis pada Benitez.
Rafa pasti tahu bagaimana cara menunjukkan perbedaan masa lalu dan saat ini, fans kami juga ada di pihaknya. Mereka sudah mengerti filosofinya, demikian Moratti.