inovasi portal berita
Kamis, 9 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,988.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS
Bursa Calon Kapolri

Nanan Terjegal, Oegroseno Saingi Imam

Headline
Nanan Soekarna - IST
Oleh: MA Hailuki
Selasa, 7 September 2010 | 07:29 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Dua nama calon Kapolri sudah disodorkan ke Presiden SBY, Komjen Pol Nanan Soekarna tak termasuk di dalamnya.

Menurut sumber INILAH.COM, Komjen Pol Nanan Soekarna yang kini menjabat Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) diganti oleh Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Oegroseno.

"Pak Nanan terjegal, namanya tak diajukan sebagai calon Kapolri," ujar sumber tersebut, Selasa (7/9).

Dua nama calon Kapolri yang disodorkan ke Presiden adalah Kepala Lembaga Pendidikan dan Latihan Polri Irjen Imam Sudjarwo dan Kapolda Sumatera Utara Irjen Oegroseno.

Kabar ini cukup mengejutkan bahkan terkesan dipaksakan, sebab Imam Sudjarwo dan Oegroseno baru berpangkat bintang dua. Sementara Nanan adalah lulusan terbaik angkatan 78 peraih bintang Adhi Makayasa.

Sebelumnya, Nanan disebut paling didukung oleh kalangan internal Polri. Nanan didukung karena dinilai mampu menjaga netralitas Polri dan tak bisa ditekan oleh parpol tertentu. Nanan dapat diterima oleh semua angkatan yang ada di Polri baik senior maupun junior.

Nanan juga memiliki rekam jejak yang tak diragukan lagi saat menjadi Kapolda Kalimantan Barat dan Sumatera Utara. Nanan dikabarkan pernah menolak mengangkat seorang kapolres di Sumatera Utara titipan Ketua Komisi III DPR dari partai besar. Ketika bertugas di Sumut, Nanan bahkan meminta seluruh polisi memakai pin yang bertuliskan anti-KKN.

Adapun Imam Sudjarwo disebut sebagai titipan Istana Negara, sebentar lagi akan dinaikkan pangkatnya menjadi Komjen Pol.

Oegroseno disebut-sebut hanya sebagai penggembira. Dia pun kemungkinan bisa terganjal oleh kasus kerusuhan masal antar warga yang berujung pada bentrokan warga dengan polisi di Natal, Mandailing Natal. Kerusuhan masal itu dipicu sengketa wilayah perkebunan kelapa sawit antara warga Kecamatan Natal dan Linggabayu serta PT Perkebunan Sumatra Utara.

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia telah mengirimkan tim investigasi ke lapangan dan menemukan dugaan adanya pelanggaran HAM dalam penanganan kasus tersebut oleh polisi. [nic]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
1 Komentar
rakyat @ Selasa, 7 September 2010 | 08:16 WIB
sudah jelas kan yang terbaik tidak bakalan naik???
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.