INILAH.COM, Makassar - Sekitar 80% warga di Makassar dinilai belum paham mengenai tata cara mencontreng pada pemilu legislatif April dan pilpres pada 8 Juli mendatang.
"Berdasarkan pantauan kami, persentasi warga yang belum paham tata cara memilih dalam pemilu mendatang sangat tinggi. Bahkan ada yang kaget melihat ukuran kertas suara yang seperti kertas koran," ujar Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) PKS Makassar, Muzakkir Ali, di Makassar, Minggu (1/2).
Dengan banyaknya warga Makassar yang tidak tahu bagaimana cara mencontreng, menurut dia, tidak hanya menjadi tugas KPU dalam mensosialisasi pemilu, tapi juga tugas parpol. Parpol, lanjut dia, harus ikut berperan dalam mensosialisasikan kepada masyarakat bagaimana cara mencontreng yang benar.
"Tingginya jumlah warga yang tidak paham, bisa menjadi hal yang sangat mengkhawatirkan," katanya.
Muzakkir menjelaskan, banyaknya warga Makassar yang tidak paham cara mencontreng bisa dilihat dari pemilih yang sudah memutuskan untuk tidak menyalurkan hak pilihnya. Kondisi ini tentunya akan mengurangi partisipasi pemilih.
Sehingga, lanjut dia, jika hal tersebut terjadi, maka menjadikan tingkat partisipasi pemilih pada pemilu mendatang lebih rendah dibanding pemilihan kepala daerah (pilkada) Makassar, pada Oktober 2008.
"Belum lagi potensi suara tidak sah akan semakin besar. Ini harus menjadi perhatian kita semua," ujarnya. [*/jib]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !