inovasi portal berita
Rabu, 8 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,998.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Inilah Saham Jual di Hari Terakhir

Headline
inilah.com/Agung Rajasa
Oleh: Asteria
Selasa, 7 September 2010 | 09:53 WIB
INILAH.COM, Jakarta Bursa saham domestik sebenarnya masih dapat melanjutkan penguatan. Namun, pada perdagangan sehari sebelum libur panjang Lebaran, investor disarankan profit taking.

Yuganur Wijanarka dari HD Capital mengatakan, di hari terakhir perdagangan ini, IHSG rentan terkoreksi, terutama setelah membentuk rekor di atas 3.200. Investor direkomendasikan sell on strength bila masih terjadi kenaikan di beberapa saham yang sudah rally. Hal ini untuk menghindari adanya koreksi teknikal, ujarnya.

Beberapa saham yang disarankan untuk dilepas adalah PT Astra International (ASII), PT Indah Kiat Pulp & Pape (INKP) dan PT Indofood Sukses Makmur (INDF). "Rekomendasi sell untuk emiten-emiten ini, katanya.

Untuk ASII, Yuga mengatakan, bila emiten otomotif ini masih menguat untuk membentuk rekor baru, ia menyarankan take profit, sebelum terjadi koreksi teknikal. Pasalnya, beberapa katalis positif sudah mulai tercermin dalam harga.

Seperti suku bunga dan GDP positif, yang dapat menunjang kinerja penjualan mobil di semester dua 2010. Pada perdagangan kemarin, saham ASII ditutup di level Rp52.400, atau naik Rp2.400. Rekomendasi sell untuk ASII dengan koreksi dapat mencapai Rp51.500, ujarnya.

Tidak jauh berbeda dengan INKP, yang mulai jenuh beli (overbought). Menurutnya, kenaikan harga saham saat ini kelihatannya sudah melampui kinerja fundamental emiten tersebut. Kemarin, INKP ditutup naik Rp175 ke Rp2.325. "Rekomendasi take profit dengan koreksi bisa mencapai Rp2.250," katanya.

Sedangkan Yuga juga menyarankan investor untuk melepas INDF. Hal ini karena beberapa katalis positif sudah tercermin dalam rally kemarin, dengan penguatan Rp300 ke Rp4.850. Katalis positif itu antara lain, ekspektasi bahwa kinerja semester dua 2010 tidak akan terimbas besar naiknya harga gandum seperti 2007-2008.

Juga berkurangnya rasio utang setelah dana hasil IPO anak usahanya CBP Sukses Makmur akan digunakan untuk membayar utang INDF. Rekomendasi sell bila masih terjadi kenaikan lebih lanjut, dengan pelemahan bisa mencapai Rp4.700, pungkasnya.

Di sisi lain, Panin Sekuritas merekomendasikan jual untuk saham Kalbe Farma (KLBF). Setelah menguat sepekan terakhir, emiten barang konsumsi ini diperkirakan akan terkoreksi akibat tekanan indeks. "Rekomendasi sell untuk KLBF," katanya.

Adapun Trimegah securities menyarankan investor untuk melepas saham Telekomunikasi Indonesia (TLKM) dan Bank Tabungan Negara (BBTN) kalau kenaikannya sudah maksimal. Secara teknikal, Stochastic yang telah berada di area overbought-nya mulai menunjukkan adanya pembalikan arah yang dapat berakibat tertekannya pergerakan TLKM.

Selain itu, pergerakan TLKM yang berada dalam uptrend channel dan masih memiliki volume dalam tren turun dan berada di bawah rata-rata 20 harinya, TLKM kembali gagal dalam penetrasi pada level 100% retracement.Kami merekomendasikan untuk Sell on Strength pada resistance yang berada di level 100% retracement atau di kisaran 9.050-9.100, ujarnya.

Sementara pergerakan BBTN membentuk pola head and shoulder dengan target penurunan di kisaran 1.620-1.630 dan volume dalam tren turun dan di bawah rata-rata 20 harinya. Ini berarti, dengan Stochastic yang cenderung akan berbalik arah, potensi tekanan jual untuk tumbuh semakin terbuka. Kami merekomendasikan untuk Sell on Strength pada level resistance berada di 1.870-1.880, katanya.

Sebelumnya, analis pasar modal dari PT Lautandhana Sekurindo Muhammad Sugiarto bahkan menyarankan investor melepas semua sahamnya. Terutama karena bursa domestik akan mengalami libur panjang. IHSG masih akan naik, sell on strenght untuk semua saham big cap, ucapnya.

Menurutnya, IHSG di hari terakhir perdagangan ini, masih berpeluang menguat. Hal ini dipicu aliran dana asing, seiring antisipasi kenaikan rating investasi di Indonesia. Terlihat dari penguatan rupiah atas dolar AS di bawah level 9.000. [mdr]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.