INILAH.COM, Jakarta - China Strategic mengatakan AIG mengisyaratkan mungkin memilih untuk tidak melanjutkan perjanjian untuk menjual unit bisnisnya di Taiwan setelah regulator Taiwan menolak transaksi US$2,2 miliar.
"AIG telah mengindikasikan untuk mengakhiri Perjanjian Pembelian Saham," kata perusahaan yang tengah mendaftar di Bursa Hong Kong ini, Senin (6/9) setelah penutupan pasar seperti dikutip Reuters.
Saham China Strategic menyelam lebih dari 40 persen dan ditutup di HK $ 0,31 ketika perdagangan dibuka Senin setelah disuspensi selama tiga hari, sementara Taiwan menolak kesepakatan. [cms]