INILAH.COM, Jakarta Shanghai tampil menjadi pengembang lampu LED terkemuka. Lampu LED bisa 50% lebih hemat dari lampu hemat energi (LHE) saat ini yang mengandung racun merkuri berbahaya.
Teknologi LED itu dipamerkan di Shanghai Expo.
Taman Expo ini menjadi demonstrasi teknologi pencahayaan LED terbesar di China, kata Zhu Weihua, deputy chief of the electronic information industry division Shanghai Municipal Commission of Economy and Informatization.
Kami harap expo ini dapat mempromosikan penggunaan teknologi LED untuk lampu kota dan jalan, katanya.
Teknologi LED dianggap sebagai teknologi masa depan karena efisienannya yang tinggi dan ramah lingkungan.
Bola lampu pijar LHE lebih hemat energi dibandingkan dengan bola lampu tradisional, namun mengandung racun kimia merkuri, kata Wang Lizhong, general manager Shanghai Sansi Electronic Engineering Co Ltd, salah 1 produsen sistem LED terbesar di China.
Jika bola lampu pijar tidak di daur ulang secara benar, dapat menjadi polusi lingkungan, katanya.
Bola lampu LED tidak akan menyebabkan polusi lingkungan dan lebih hemat energi 30%-50% daripada bola lampu tradisional hemat energi, katanya.
Teknologi ini merupakan rencana jangka menengah dan panjang China, menurut Zhu.
Shanghai memimpin dalam mengembangkan teknologi LED dengan membuat rantai industri yang lengkap, katanya.
Bola lampu pijar bisa berharga 20 yuan (Rp 21,5 ribu) sementara bola lampu LED berharga 100 yuan (Rp 133 ribu), kata orang dalam industri tersebut.
Tingginya harga LED ini berasal dari chip LED di mana sebagian besar diimpor dari luar negeri, katanya.
Kami mencari bahan pengganti untuk menekan biaya, jika kami dapat menekannya hingga 50 yuan (Rp 54 ribu) maka lampu ini layak dibeli, katanya.[ito]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !