INILAH.COM, Seoul, Korea Selatan - Top Eksekutif Kia Motors mengundurkan diri setelah perusahaan merecall lebih dari 100.000 kendaraan di seluruh dunia akibat kerusakan kabel.
Hal ini disampaikan Perusahaan seperti dikutip Reuters, Selasa (7/9). Chung Sung-eun, Wakil Ketua dan CEO produsen mobil kedua terbesar di Korea Selatan ini mundur sejak Jumat pekan lalu seperti disampaikan juru bicara perusahaan, Michael Choo.
"Pengunduran dirinya terkait dengan peristiwa recall yang terjadi baru-baru ini," kata Choo, tanpa menjelaskan lebih lanjut. Dia mengatakan hingga saat ini perusahaan belum menunjuk calon penggantinya.
Kia Motors Corp merupakan afiliasi dari produsen otomotif kelas atas Korea Selatan, Hyundai Motor Co yang bersama-sama membentuk kelompok otomotif terbesar kelima di dunia.
Mundurnya Chung ini dilakukan di tengah guncangan industri otomotif global sejak Toyota Motor Corp Jepang mulai merecall kendaraannya pada Oktober tahun lalu. Toyota telag menarik lebih dari 10 juta kendaraan akibat bermasalah di pedal gas dan floor mats.
Kantor berita Korea Selatan, Yonhap melaporkan Ketua Hyundai Motor Chung Mong-koo meminta Chung mundur dan bertanggungjawab atas apa yang terjadi itu. Choo dan juru bicara Hyundai Motor, Song Meeyoung mengkonfirmasi laporan tersebut. "Mundurnya Chung, mantan eksekutif Kia, tidak ada hubungannya dengan ketua Hyundai," kata Choo.
Awal bulan ini Kia telah merecal 104.047 kendaraan akibat cacat di kabel listrik dan dapat menyebabkan kerusakan yang berhubungan dengan panas. Dari jumlah itu, 35.185 kendaraan direcall di Amerika Serikat, katanya.
Kia yang berbasis di Korsel ini memang memiliki sistem manajemen yang kompleks. Meskipun Chung memiliki level teratas, menurut Choo, operasional sehari-hari berada di bawah pengawasan dua presiden, Hank Lee untuk operasi di luar negeri dan Seo Young-jong untuk operasi domestik.
Kia mencatatkan kenaikan 61 persen laba bersih pada kuartal kedua. [cms]