INILAH.COM, Jakarta - Pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat masih akan sangat rendah tahun ini, sehingga negara itu terasa seperti resesi. Bahkan di akhir tahun diperkirakan 400 bank atau perusahaan keuangan akan menghadapi masalah.
Ramalan mengenai pertumbuhan ekonomi Amerika yang rendah itu hampir seragam diperkirakan oleh ekonom di sana, bahkan dalam bahasa yang lebih halus, juga diakui oleh ekonom pemerintah dan bank sentral Amerika.
"Paruh kedua tahun ini akan lebih buruk," ujar ekonom dari Roubin Global Economics, Nouriel Roubin, seraya menambahkan bahwa tahun ini Amerika hanya mampu tumbuh di bawah satu persen.
Dia bahkan mengeluarkan ramalan yang lebih seram lagi, yakni pada akhir tahun akan ada sedikitnya 400 dari 800 bank atau lembaga keuangan yang gagal. Itu tentu saja bukan jumlah yang sedikit dan bisa menambah jumlah pengangguran.
Masalah sesungguhnya adalah karena ekonomi dunia tidak bisa diisolasi dari pengaruh ekonomi Paman Sam. Jadi, apa yang terjadi di Amerika, dalam hal ini pertumbuhan rendah sehingga terasa seperti resesi, akan mempengaruhi perekonomian dunia.
Harus diakui, kata Roubin, ekonomi Amerika tidak mampu di-decouple dari ekonomi dunia. Konsumen Amerikalah yang menghidupi ekonomi global.
Kesimpulannya: perekonomian dunia sangat tergantung kepada apa yang terjadi di Amerika. Solusinya: pengeluaran ditambah. Caranya: stimulus diberikan lagi.
Apakah stimulus lanjutan memungkinkan saat ini? Bank sentral Amerika, The Fed, dua pekan lalu sudah memberi sinyal kepada administrasi Obama agar memikirkan kemungkinan mengucurkan kembali uang ke dalam prekonomian.
Agaknya, Presiden Obama tidak memiliki banyak pilihan kebijakan untuk keluar dari masalah yang sebenarnya diwariskan oleh presiden sebelumnya. Dari sedikit itu, tambahan uang ke dalam prekonomian, adalah salah satunya. sayangnya, pilihan ini ditentang banyak pihak.