INILAH.COM, Jakarta- Migrasi kepiting merah merupakan kejadian alam paling langka di dunia sekaligus menjadi teka-teki bagi ilmuwan. Kini, rahasia tersebut berhasil terungkap.
Setiap tahun jutaan kepiting merah kecil melakukan perjalanan panjang lima kilometer untuk berkembang biak di pantai Pulau Natal. Ilmuwan saat ini berhasil menemukan kunci rahasia kenapa hewan tersebut memiliki kekuatan untuk melakukan itu.
Berdasarkan penelitian dari University of Bristol, perubahan hormon memberi kekuatan bagi kepiting untuk melakukan perjalanan panjang. Ilmuwan menemukan bahwa Crustacean Hyperglycaemic Hormone (CHH) mampu membuat kepiting melakukan efisiensi tenaga di otot mereka, serta meminimalisir penggunaan glukosa sebagai sumber daya perjalanan.
Profesor Webster, ahli endokrinologi di Bangor University menambahkan, Migrasi mereka sangat membutuhkan energi karena kepiting harus berjalan beberapa kilometer selama lebih dari satu hari.
Sebelum migrasi, kepiting akan mengurangi kegiatan dan hanya keluar dari lubang mereka untuk mencari makan.
Tim peneliti menemukan bahwa konsumsi glukosa pada kepiting memiliki banyak perbedaan tergantung pada musim.
Selama musim kemarau, dipaksa menghasilkan hormon tertentu, terlepas apakah telah mengkonsumsi glukosa atau tidak.
Tingkat glukosa secara jelas bergantung pada hormon saat itu, kata Webster.
Ini masuk akal untuk memastikan energi bagi migrasi. Glukosa hanya dibebaskan dari penyimpan glikogen saat tingkat glukosa rendah.[ito]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !