INILAH.COM, Jakarta - Kebijakan baru Bank Indonesia (BI) yang menaikkan Giro Wajib Minimum (GWM) Premier dari 5% menjadi 8%, berpotensi meningkatkan suku bunga kredit PT Bank Mandiri sebesar 10-15 basis poin (bps).
"Dari simulasi saya kira-kira antara 10-15 basis poin naiknya tingkat bunga," ujar Managing Director Risk Manajemen, Sentot A. Sentosa di Jakarta, Selasa (7/9).
Sentot menuturkan dalam simulasi tersebut terdapat idle fund yang harus dimasukkan dalam GWM. Dari situlah terlihat potensi kenaikan suku bunga kredit sebesar 10-15 bps. "Ada uang yang nganggur itu sekitar 10-15 basis poin per November," jelasnya.
Sentot mengakui peningkatan suku bunga kredit tersebut tergolong besar. Menurutnya, kenaikan tersebut tidak dapat dihindarkan karena perbankan dalam negeri masih membutuhkan penyesuaian untuk mengikuti aturan yang ada. "Tujuan BI kan mengatasi kelebihan likuiditas dengan dimasukkan ke GWM, bukan dalam rangka menaikkan suku bunga. Tapi itu dampak sampingnya, tidak semua orang siap menghadapinya," tukasnya. [cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !