Selasa, 29 Mei 2012 | 01:50 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Calon Kapolri yang Gagal Dapat Jabatan Strategis
Headline
IST
Oleh: Laela Zahra & Abdullah Mubarok
web - Rabu, 8 September 2010 | 00:01 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Akan ada 2 jenderal yang akan bersaing untuk mendapatkan jabatan Kepala Kepolisian RI (Kapolri). Belum bisa diketahui siapa 2 calon Kapolri yang akan dipilih Presiden nanti.

Calon Kapolri yang kalah tetap menjabatkan jabatan strategis. Calon Kapolri terpilih akan bekerja sama dengan calon Kapolri yang kalah.

"Yang tidak terpilih sebagai kapolri mendapat juga jabatan yang strategis. Itu harus juga bisa kerjasama dengan kapolri terpilih," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Pol Iskandar Hasan di Jakarta, Selasa (7/9).

Sumber INILAH.COM menyebutkan, 2 nama calon Kapolri yang disodorkan ke Presiden adalah Kepala Lembaga Pendidikan dan Latihan Polri Irjen Imam Sudjarwo dan Kapolda Sumatera Utara Irjen Oegroseno.

Kabar ini cukup mengejutkan bahkan terkesan dipaksakan, sebab Imam Sudjarwo dan Oegroseno baru berpangkat bintang dua. Sedangkan Nanan telah bintang tiga dan lulusan terbaik angkatan 78 peraih bintang Adhi Makayasa.

Awal bulan ini, Kepala Divisi Hubungan masyarakat Mabes Polri Brigjen Iskandar Hasan menyebutkan Kapolri akan mengajukan dua-tiga nama. Calon yang akan diajukan ke Presiden itu berpangkat bintang tiga dan dua. Sebelumnya, Komisi Kepolisian Nasional (kompolnas) telah memproses dan mengusulkan delapan kandidat.

Nama-nama delapan kandidat itu telah disampaikan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) guna diverifikasi rekam jejaknya oleh lembaga antikorupsi itu. Kompolnas juga menyampaikan hal serupa kepada Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Mabes Polri disebut-sebut mendapatkan tekanan hebat sehingga mencoret Nanan dari daftar. Padahal, Nanan disebut-sebut paling didukung oleh kalangan internal Polri. Nanan didukung karena dinilai mampu menjaga netralitas Polri dan tak bisa ditekan oleh parpol tertentu. Nanan dapat diterima oleh semua angkatan yang ada di Polri baik senior maupun junior.

Nanan juga memiliki rekam jejak yang tak diragukan lagi saat menjadi Kapolda Kalimantan Barat dan Sumatera Utara. Ketika bertugas di Sumut, Nanan bahkan meminta seluruh polisi memakai pin yang bertuliskan anti-KKN.

Adapun Imam Sudjarwo disebut sebagai titipan Istana Negara, sebentar lagi akan dinaikkan pangkatnya menjadi Komjen Pol. [mah]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.