INILAH.COM, Jombang - Rencana pembakaran kitab suci Al-Quran oleh organisasi DWOC pimpinan pendeta Terry Jones pada 11 September mendatang mendapat kecaman dari Persaudaraan Lintas Agama dan Etnis (Prasasti) Jombang.
Selain mengecam aksi pembakaran, mereka juga mendesak agar DWOC mengurungkan niatnya. Mereka khawatir, kerukunan antar umat beragama yang selama ini sudah terjalin bisa terkoyak.
Dalam acara yang bertempat di GKI (Gereja Kristen Indonesia) Jalan Buya Hamka itu, pertemuan lintas agama itu juga ditandai dengan menyandingkan kitab suci Al-Quran dan Injil.
Dalam forum itu, seorang pendeta juga menyerahkan kitab Al-Quran kepada ulama. Begitu juga sebaliknya, seorang ulama berkopyah menyerahkan Injil kepada pendeta tersebut.
"Inilah kerukunan yang harus kita jaga. Jangan sampai kondisi ini tercoreng oleh ulah oknum yang tidak bertanggung jawab. Dengan adanya rencana itu, secara tidak langsung ada upaya menarik kembali benang sejarah menuju zaman kegelapan," kata Aan Anshori, aktivis lintas agama, Selasa (7/9) petang.
Pendeta Kristian Mukanan dalam kesempatan itu mengatakan, upaya yang dilakukan oleh DWOC tidak mewakili kaum Kristen pada umumnya. Hal itu, menurut Kristian, hanyalah upaya kelompok kecil yang ingin memperkeruh keadaan.
Untuk itu, ia sudah melakukan koordinasi dengan jajaran yang ada di atasnya bahwasannya siap melawan rencana aksi pembakaran kitab suci tersebut. Bukan hanya itu, Prasasti juga mendesak kepada Presiden Barrack Obama agar menyerukan bahwa aksi pembakaran Al-Quran tidak jauh beda dengan aksi terorisme.
"Maka dari itu sudah selayaknya bagi Presiden tidak tinggal diam," ujar Kristian yang juga Ketua PGLII (Persatuan Gereja dan Lembaga Injil Indonesia) Jombang.
Senada dengan Pendeta Kristian, Faizudin Fill, perwakilan dari ulama menyerukan kepada seluruh umat Islam di penjuru dunia agar tidak terpancing dengan isu-isu pemecah kerukunan. Ia juga meminta agar umat Islam menolak rencana aksi 11 September tersebut.
"Apa yang direncanakan DWOC hanyalah menebar benih permusuhan. Tujuannya, untuk menjauhkan cita-cita tatanan dunia yang damai," tegasnya. [beritajatim.com/bar/mah]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !