Minggu, 27 Mei 2012 | 19:24 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Wall Street Anjlok Dipicu Masalah Baru Utang Eropa
Headline
IST
Oleh:
web - Rabu, 8 September 2010 | 08:29 WIB
INILAH.COM, New York - Saham AS Selasa (7/9) ditutup melemah akibat kekhawatiran baru terhadap masalah utang di Eropa.

Mengutip AP, harga treasury naik dan emas berada pada rekor tetinggi akibat investor mencari aset yang aman. Saham AS mengikuti pelemahan di pasar Eropa setelah dilaporkan bank-bank di Eropa mungkin memiliki risiko yang lebih besar terhadap utang pemerintah seperti tercatat dalam pembukuan mereka seperti pengumuman hasil stress test yang dipercepat tahun ini.

Itu bisa berarti terjadi pembengkakan biaya dari regulator dan oleh perbankan untuk meningkatkan modal guna meningkatkan neraca mereka. Saham bank-bank besar Eropa, termasuk Barclays PLC dan UBS jatuh, dan dolar menguat terhadap euro. "Teriakan terhadap hasil stress test dan terus dalam pertanyaan," kata Brian O'Reilly, Presiden Direktur Grup Collingwood.

Dia menambahkan kepastian tentang stress test dapat menjadi hambatan di pasar sampai regulator Eropa memberikan transparansi tentang angka-angka dalam tes tersebut.

Laporan ini memperbaharui kekhawatiran terhadap utang pemerintah Eropa, yang mengamuk awal tahun ini menyusul krisis fiskal di Yunani yang menyebar ke negara Eropa lainnya dan mendorong saham turun di seluruh dunia.

Saham telah berjalan dengan baik minggu lalu, akibat datangnya berita baik tentang lapangan kerja dan kenaikan pertumbuhan di manufaktur di AS dan China. Berita ekonomi lebih baik membantu pasar lebih tinggi selama sepekan, tiga minggu berturut-turut terhadap risiko. Banyak investor masih percaya perekonomian akan pulih, tetapi laju pertumbuhan yang menjadi pertanyaan.

Indeks Industrial Dow Jones jatuh 107,24 poin atau 1,0 persen dan ditutup di level 10.340,69. Indeks Saham gabungan juga jatuh lebih dalam, mengawali pelemahan di awal pekan setelah liburan Hari Buruh Senin kemarin. Indeks Standard & Poor 500 turun 12,67 poin atau 1,1 persen menjadi 1.091,84, sedangkan indeks Nasdaq jatuh 24,86 poin atau 1,1 persen ke 2.208,89. Volume konsolidasi sangat tipis sebesar 3,2 miliar saham.

Brian Peardon, konsultan reksadana di Harrison Financial Group, mengatakan banyak investor mungkin akan terus tetap berada di luar pasar karena ketidakpastian mengenai ekonomi global. "Ini sangat sulit bagi publik untuk menjelaskan apa yang terjadi," kata Peardon.

Hasil Treasury 10 tahun turun menjadi 2,60 persen dari 2,71 persen Jumat malam. Emas juga naik karena investor mengalihkan dana mereka dari saham ke aset lain yang lebih aman. Emas untuk pengiriman Desember naik US$8,20 ke harga US$1.259,30 per ons.

Beberapa laporan ekonomi pekan ini akan menjadi cermin pasar AS ke depan, termasuk laporan Federal Reserve Rabu dan angka pengangguran mingguan yang keluar Kamis. Saham Bank UBS Swiss turun 53 sen atau 2,9 persen ke US$17,52. Saham Bank Banco Santander Spanyol turun 48 sen,atau 3,8 persen menjadi US$12,20. Saham Barclays turun US$1,15 atau 5,7 persen menjadi US$19,13.

Bank of England juga mengumumkan bahwa Robert E. Diamond Jr, yang membangun sebuah perusahaan investasi perbankan global, akan mengambil alih sebagai CEO tahun depan. Pasar Eropa berakhir lebih rendah. Indeks FTSE 100 jatuh 0,6 persen, indeks DAX Jerman jatuh 0,6 persen dan Indeks CAC-40 Perancis jatuh 1,1 persen. [cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.