INILAH.COM, Jakarta - Pemerintah tengah mengembangkan konsep ekonomi Jakarta Konsensus yang diadaptasi dari konsep ekonomi yang telah diterapkan oleh negara lain.
Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Hatta Rajasa mengatakan dalam Jakarta Konsens akan diterapkan mekanisme pasar, namun bukan pasar bebas. "Mekanisme pasar perlu untuk membuat segala sesuatu menjadi efisien, diperlukan pasar terbuka," ujar Hatta saat ditemui di Kantornya, Rabu (8/9).
Hatta menuturkan Pemerintah masih perlu untuk campur tangan dalam sebuah konsep ekonomi. Pasalnya, perlu ada perlindungan sosial kepada masyarakat yang tidak mampu.
"Tidak mugkin diserahkan kepada pasar, bisa terjadi distorsi," jelasnya.
Perlindungan tersebut, kata Hatta, dapat diberikan pada saat harga-harga melambung tinggi. Bantuan-bantuan tersebut dapat saja dikemas dalam berbagai bentuk. "Apakah dalam bentuk BLT atau perlindungan sosial lain seperti PNPM atau Jamkesmas atau BOS," jelasnya.
Campur tangan Pemerintah, tambah Hatta, juga dimaksudkan untuk menjaga perekonomian jika kembali diterjang krisis. Langkah tersebut diambil dari pengalaman krisis pada tahun 2008. "Krisis 2008 kemarin, di mana sistem yang begitu liberal, unsur yang katakanlah regulasi yang tidak ketat dari negara atau pemerintah. Itu mengakibatkan pasar menggelembung. Tidak ada instrumen yang mengatur itu. Akhirnya kolaps. Dampaknya ke seluruh dunia. Itu menunjukkan tidak bisa diserahkan sepenuhnya kepada pasar. Diperlukan tangan pemerintah. Dalam bahasa kerennya, diperlukan di samping invisible hand diperlukan visible hand," tegasnya. [cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !