INILAH.COM, Jakarta - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tetap menginginkan penawaran umum saham perdana/initial public offering (IPO) PT Garuda Indonesia dapat dilakukan pada 2010.
"Yang jelas Garuda sedang dalam persiapan dan semoga prosedur sekuritas sedang dipenuhi. Jadi tetap Garuda jalan," ujar Menteri Negara BUMN Mustafa Abubakar, Rabu (8/9) saat ditemui di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI).
Mustafa juga mengaku belum mengetahui Garuda Indonesia memasukkan proposal ke BEI. "Saya masih belum tahu Garuda Indonesia masukkan proposal ke BEI," kata Mustafa.
Sebelumnya, Kementerian BUMN menunjuk UBS Securities dan Citigroup Securities menjadi agen penjualan penawaran umum saham perdana PT Garuda Indonesia. Deputi Privatisasi dan Restrukturisasi Kementerian BUMN, Muhammad Yasin mengatakan UBS Securities dan Citigroup akan membantu tiga penjamin pelaksana emisi efek PT Bahana Securities, PT Danareksa Sekuritas dan PT Mandiri Sekuritas untuk IPO Garuda Indonesia. Diperkirakan saham Garuda Indonesia yang akan dilepas sekitar 30% ke publik. [cms]