INILAH.COM, London- Pola curah hujan yang tidak menentu menjadi ancaman ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, pemerintah perlu investasi penyimpanan air.
Pernyataan ini muncul dalam laporan ahli Institut Manajemen Air Internasional atau International Water Management Institute (IWMI). Mereka mengatakan bahwa Afrika dan Asia akan menjadi wilayah yang terkena dampak paling besar terkait curah hukan. Oleh karena itu, mereka mendesak pemerintah dan petani mencoba menemukan cara penyeragaman sumber air.
Peneliti memperkirakan bahwa lebih dari 499 juta orang di Afrika dan India akan memperoleh keuntungan dari perubahan manajemen air.
Sama seperti yang dilakukan konsumen modern terkait diversifikasi kepemilikan keuangan untuk mengurangi resiko, petani kecil juga perlu menciptakan berbagai sumber air sebagai cara mengurangi perubahan iklim, kata Matthew McCartney, ahli hidrologi di IWMI.
Dengan begitu, jika salah satu sumber air menjadi begitu kering, mereka memiliki sumber air cadangan, ujar McCartney lagi.
Panel ahli iklim PBB telah memproyeksikan cuaca yang lebih ekstrim seperti kekeringan, banjir dan gelombang panas di abad ini akibat fenomena pemanasan global.
Sejumlah kecil penyimpanan air mampu membuat ternak dan tanaman bertahan hidup di periode kering. Ini dapat menghasilkan keuntungan besar dalam produktivitas pertanian dan kesejahteraan masyarakat pedesaan, kata McCartney.
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !