Selasa, 29 Mei 2012 | 04:11 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Lebaran Dulu Tiap Kota Bisa Beda
Headline
IST
Oleh: Billy A Banggawan
web - Rabu, 8 September 2010 | 16:05 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Islam masuk ke Indonesia tercatat pada abad ke-13 seperti catatan sejarah Belanda. Pada saat itu Lebaran tiap kabupaten bisa saja berbeda-beda.
Zaman dulu penentuan Lebaran sangat lokal bahkan di tiap kabupaten bisa beda Lebarannya, kata Apipudin, Pengamat Sejarah Islam saat diwawancara melalui telepon, kemarin.
Penentuan Idul Fitri waktu itu menggunakan metode rugyah hilal di mana selain menunggu kemunculan hilal mereka juga harus melihatnya. Selain wujudul hilal harus ada rugyahtul hilal juga, tambahnya.
Masyarakat zaman dulu masih sangat mengandalkan mata telanjang untuk menentukan hilal, maka tidak heran jika di tempat yang berbeda belum tentu Lebaran dirayakan dalam hari dan tanggal yang sama.
Pada abad ke-13 saat Islam masuk ke Indonesia, kota pertama yang didatangi adalah Aceh karena berada di jalur perdagangan. Setelah itu kemudian Islam mulai menyebar ke Gresik, Cirebon, Maluku, Makasar dan kota-kota lainnya dan diteruskan ke daerah pedalaman.
Pada awalnya Islam menyebar di daerah pantai, daerah pusat perdagangan kemudian mulai masuk ke pedalaman seperti di wilayah Jawa Barat dan daerah pedalaman lainnya, papar Apipudin.
Ia menilai saat masuk ke Indonesia, penentuan Lebaran tidak mengalami akulturasi dari budaya lokal. Perbedaannya hanyalah kalau dulu orang shalat Ied hanya di masjid atau surau, sekarang hal ini bisa dilakukan di lapangan seperti di Arab.
Dalam beberapa kali Hari Raya Idul Fitri, terjadi ketidaksamaan penentuan 1 Syawal. Pemerintah memang memberi kebebasan masyarakat untuk menentukan hari H pelaksanaan salat Idul Fitri.
Selama ini kita beri kebebasan untuk memakai cara mereka, papar Menteri Agama Suryadharma Ali. Ia mengatakan, semua umat muslim memiliki cara tersendiri untuk menghitung hari Lebaran.
Tahun ini, ada kecenderungan Lebaran memang pada 10 September. Namun pemerintah belum mengambil keputusan tentang pelaksanaan Salat Idul Fitri ini. Pemerintah belum bisa diputuskan, yang putuskan sidang itsbat, kata Menteri Agama, Suryadharma Ali, kemarin. [mdr]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.