INILAH.COM, Jakarta Pemerintah telah menentukan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal pada Jumat (10/9) besok. Sejak masuknya Islam pada abad ke-13, umat Muslim selalu menggunakan perhitungan Hilal untuk menentukan kapan Lebaran dirayakan.
Cara ini sudah digunakan sejak dulu kala dan seiring berjalannya waktu metode ini terus mengalami penyempurnaan, kata Maruf Amien, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) saat diwawancarai melalui saluran telepon (8/9), di Jakarta, Rabu (8/9).
Maruf mengatakan, selain menggunakan perhitungan hilal, mereka juga menggunakan kitab-kitab. Namun karena perkembangan teknologi saat ini kitab-kitab tersebut perlu disesuaikan.
Ada juga ilmu modern LAPAN, peneropongan bintang serta perhitungan-perhitungan baru lainnya yang dapat dilakukan untuk mencari keakuratan kapan datangnya hari Lebaran.
Metode yang dilakukan untuk menentukan Lebaran mengandalkan pada kemunculan bulan di ufuk. Apabila kumunculan bulan tepat 2 derajat maka dipastikan besok adalah bulan Syawal, papar Maruf.
MUI sudah memprediksikan bahwa Lebaran akan jatuh pada hari Jumat 10 September. Hari ini bulan masih di bawah ufuk jadi Lebaran akan jatuh besok lusa, katanya. Untuk kasus semacam ini puasa akan genap menjadi 30 hari atau biasa disebut Istigmal.
Hanya prosedural saja penentuan harus melalui sidang Isbat di mana sebenarnya sudah bisa diprediksi, tambahnya. Jika ada pergolakan dalam penentuan Lebaran, Maruf mengatakan memang harus ada toleransi dan legowo.
Hingga saat ini kasus-kasus perbedaan perhitungan ini memang belum menemukan penyelesaian sejak lama. Berpuasalah karena merugyah (melihat) Hilal dan berhari rayalah karena merugyah Hilal, katanya.
Semalam, Menteri Agama Suryadharma Ali mengumumkan Idul Fitri 1431 H jatuh pada Jumat 10 September 2010. Keputusan pemerintah itu sesuai dengan hasil sidang Itsbat yang digelar di Kementerian Agama, Jl Pejambon, Jakarta Pusat.
Keputusan itu diambil setelah pemantauan di 29 lokasi yang tersebar dari Jayapura hingga Banda Aceh gagal melihat hilal. Dengan demikian, 1 Syawal 1431 jatuh pada 10 September 2010, ujar Suryadharma Ali. [mdr]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !