INILAH.COM, Jakarta - Presiden Barack Obama harus bisa mencegah rencana pembakaran Alquran oleh komunitas Gereja The Dove World Outreach Center, Gainesville, Florida, Amerika Serikat pada 11 September ini, bertepatan peringatan tahun kesembilan tragedi pemboman Gedung World Trade Center (WTC) di negara tersebut.
"Bagaimana pun, umat Islam di seluruh dunia tidak akan rela kitab sucinya dibakar, sehingga tidak ada alasan yang pantas serta dapat dipertanggungjawabkan bagi siapa saja untuk membakarnya," jelas Ketua Dewan Direktur Sabang-Merauke Circle (SMC) Syahganda Nainggolan kepada INILAH., Kamis (9/9).
Apalagi, kata Syahganda, peristiwa pemboman Gedung WTC, itu tidak bisa dikaitkan dengan motif agama Islam, karena hasil penyelidikan otoritas keamanan AS justru menunjuk bukti keterlibatan jaringan teroris Al Qaeda. Dengan demikian, tidak terdapat kaitan sama sekali dengan umat Islam maupun kitab suci Alquran sebagai ajarannya.
"Peringatan tragedi bom dengan membakar Alquran merupakan cara primitif dan hina, yang melawan kehidupan demokrasi terbesar milik bangsa Amerika Serikat sendiri, di samping hanya menciptakan bumerang anti Amerika secara meluas di dunia mana pun," ujar Syahganda, mantan Direktur Eksekutif Center for Information and Development Studies (CIDES).
Menurutnya, aksi pembakaran Alquran juga diyakini melahirkan bahaya serius bagi warganegara Amerika Serikat, baik di negaranya ataupun yang berada di kawasan lain akibat berkembangnya kemarahan yang sulit dihindarkan khususnya dari kalangan Islam.
"Konflik anti AS pun akan sulit dibendung selain konflik anti agama tertentu yang melakukan pembakaran. Jika ini terjadi, sama halnya AS sengaja mengubur harmoni pluralisme beragama sebagaimana slogan yang didengung-dengungkan selama ini, termasuk meniadakan kebebasan beragama di negaranya," katanya.
Padahal, lanjut Syahganda, di negara Amerika Serikat pertumbuhan umat Islam saat ini relatif cukup besar, sementara pembakaran Alquran akan dipandang merusak bangsa Amerika dalam menjalankan agamanya itu.
"Masyarakat di Amerika tentu tidak ingin melihat ada penghancuran ajaran suatu agama, dan pembakaran Alquran dapat membuat umat beragama dihancurkan," tambahnya.
Diakui Syahganda, jika pemerintah AS membiarkan pembakaran Alquran, pada akhirnya negara itu akan ditempatkan sebagai bangsa rasis yang dilindungi oleh negaranya. [mah]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !