inovasi portal berita
Minggu, 12 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Dua Kali Blunder, Ibas Belum Matang Berpolitik

Headline
Ibas Yudhoyono - inilah.com
Oleh: MA Hailuki
Kamis, 9 September 2010 | 08:05 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Tindak tanduk Sekjen DPP Partai Demokrat Edhie Baskoro 'Ibas' Yudhoyono terus menjadi sorotan.

Berbagai blunder yang dilakukan Ibas Yudhoyono menunjukkan dirinya belum matang menjadi politisi.

"Blunder-blunder itu bukti bahwa Ibas memang belum matang sebagai politisi. Mungkin masih butuh waktu mematangkan diri," ujar Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie Massardi kepada INILAH.COM, Kamis (9/9).

Sebagaimana diberitakan, dalam sepekan Ibas Yudhoyo melakukan dua blunder. Blunder pertama adalah ketika anggota Komisi I DPR itu mengatakan Indonesia belum siap berperang melawan Malaysia karena tak memiliki dana dan tak memiliki persenjataan mumpuni.

"Dari segi finansial Indonesia belum mampu untuk berperang dan persenjataan yang dimiliki TNI kita juga tidak mendukung," ujar Ibas di Solo Jawa Tengah, Minggu (5/9).

Lalu blunder kedua adalah ketika Ibas terlambat datang ke Bandara Soekarno-Hatta sehingga membuat pesawat Garuda yang ditumpanginya delay selama 20 menit.

Telatnya pesawat Garuda itu terjadi pada Sabtu (4/9). Penumpang Garuda GA 222 harus bersabar 20 menit menunggu rombongan Ibas. Pesawat yang harusnya berangkat pukul 09.30 WIB baru bisa terbang pukul 09.50 WIB.

Adhie menilai, blunder yang dilakukan Ibas membuktikan bahwa posisi politik yang diraih Ibas bukanlah karena kemampuannya.

"Itu menunjukkan bahwa Ibas menjadi Sekjen Demokrat dan anggota DPR karena semata-mata dia anak presiden, tidak lebih dari itu," ujar Adhie. [mah]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
2 Komentar
rinto @ Kamis, 9 September 2010 | 09:14 WIB
Kepada yth pak SBY, saya mohon dgn sangat agar Ibas segera ditarik dan diganti dari sekjen PD, karena dia ternyata sama sekali tidak memiliki kemampuan. Bila tidak, maka akan lebih mempermalukan citra PD dan juga citra SBY yang sdh susah2 selalu ingin tebar pesona. Saya berharap di era demokrasi ini janganlah ada pemaksaan kehendak, tapi harus lebih bersikap profesional.
telo @ Kamis, 9 September 2010 | 08:26 WIB
Persis "Tommy Soeharto".....! Ada pangeran Cendana sekarang ada lagi Pangeran Cikeas....emang Indonesia itu kerajaan????
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.