Selasa, 29 Mei 2012 | 01:55 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Miliki 2 Identitas, Kualitas Ibas Ditantang
Headline
Edhie Baskoro Yudhoyono - inilah.com
Oleh: Dwifantya Aquina
web - Kamis, 9 September 2010 | 08:01 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Belum juga ada klarifikasi Edhie Baskoro Yudhoyono terkait peristiwa delay pesawat Garuda bernomor penerbangan GA 222 jurusan Jakarta-Solo pada 4 September lalu.

Gaya kepemimpinan Ibas, sapaan Edhie Baskoro, yang 'pelit bicara' ini dinilai dapat menjadi bumerang dalam 2 identitasnya, yakni sebagai anggota dewan serta anak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

"Kalau mempertahankan style ini maka akan jadi senjata dan ruang rival politik dan teman politiknya," ujar pengamat politik Charta Politika Arya Fernandez kepada INILAH.COM di Jakarta, Kamis (9/9).

Menurut Arya, sikap berdiam diri ala Ibas ini tidak akan membantu dan justru akan memperburuk citra Ibas di mata masyarakat.

Arya mengingatkan, Ibas sudah menjadi anggota DPR dan Sekjen Partai Demokrat. Seharusnya dengan memegang 2 posisi strategis itu, Ibas bisa leluasa mengomentari hal-hal yang berkembang di publik.

"Ini saat yang baik bagi Ibas untuk merespon reaksi ini. Tidak cukup stafnya yang bicara, Ibas perlu mengomentari," imbaunya.

Sebelumnya, Ibas dinilai telah dua kali melakukan blunder fatal yang mempermalukan SBY.

"Ibas melakukan dua blunder yang mempermalukan dirinya sendiri dan mempermalukan SBY," ujar peneliti Political Research Institute for Democracy (PRIDE) Indonesia, Rohim Ghazali kepada INILAH.COM, Rabu (8/9).

Menurut Rohim, blunder pertama adalah ketika anggota Komisi I DPR itu mengatakan Indonesia belum siap berperang melawan Malaysia karena tak memiliki dana dan tak memiliki persenjataan mumpuni.

"Dari segi finansial Indonesia belum mampu untuk berperang dan persenjataan yang dimiliki TNI kita juga tidak mendukung," ujar Ibas di Solo Jawa Tengah, Minggu (5/9).

Lalu blunder kedua adalah ketika Ibas terlambat datang ke Bandara Soekarno-Hatta sehingga membuat pesawat Garuda yang ditumpanginya delay selama 20 menit.

Telatnya pesawat Garuda itu terjadi pada Sabtu (4/9). Penumpang Garuda GA 222 harus bersabar 20 menit menunggu rombongan Ibas. Pesawat yang harusnya berangkat pukul 09.30 WIB baru bisa terbang pukul 09.50 WIB. [bar]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.