INILAH.COM, Jakarta- Gelombang mudik membuat warga Jakarta nyaman sekaligus juga menderita. Nyaman karena jalanan lengang dan kemacetan hilang dalam sesaat. Jakarta kini menjadi surga untuk berkendaraan.
Namun, di sisi lain penderitaan juga muncul karena sulit mendapatkan makanan siap santap. Kecuali di mall-mall, penjual makanan di kaki lima atau di pinggir-pinggir jalan lenyap dalam waktu bersamaan.
Setidaknya, itulah yang dirasakan warga Jakarta, belakangan ini. Akibatnya, mi instan menjadi makanan favorit bagi mereka yang biasa bersantap di luar rumah. Karyawan dan mahasiswa yang tinggal di kost terpaksa harus menyantap makana instan itu setiap hari.
"Sudah dua hari ini saya makan mi terus. Habis, gak ada warung makan yang buka. Kalau ke mall malas karena pastinya sesak oleh orang yang berbelanja kebutuhan Lebaran," ujar Dede (33), karyawan swasta di bilangan Kebayoran baru, Jakarta Selatan.
Kesulitan mendapatkan isi perut juga dialami Inapar (24), karyawati sebuah perusahaan swasta di bilangan Palmerah Jakarta, Jakarta Pusat. Ina yang indekost di daerah Setiabudi, Kuningan Jakarta Selatan, mengaku sudah kesulitan mencari tempat makan bahkan sejak H-4 Lebaran.
"Pernah dibela-belain sampai ke Sabang (Jl Sabang, Jakarta Pusat), semua tutup. Ujung-ujungnya malah nyari mi instan kornet di Jl Wahid Hasyim, untung ada mi," ceritanya kepada INILAH.COM, Kamis(9/9).
Karyawati Ghea(26) pun juga mengalami nasib serupa. Ghea yang tinggal di daerah Meruya, Jakarta Barat pun memilih ke pusat perbelanjaan selama libur Lebaran. "Selama libur Lebaran, kalo mau cari tempat makan enaknya di mall aja, pasti buka," ujarnya. [TJ]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !