inovasi portal berita
Jumat, 10 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,910.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Pesantren Al Zaytun dalam Sorotan

Headline
istimewa
Oleh: Ahluwalia
Rabu, 4 Februari 2009 | 21:44 WIB
INILAH.COM, Jakarta Kiprah pesantren modern Al Zaytun, Indramayu pimpinan Syeh Panji Gumilang dalam sorotan publik. Berbagai pihak mempertanyakan kiprah pesantren yang dituding miring oleh kalangan Islam itu. Apa sesungguhnya yang terjadi?
Kini banyak pihak bertanya-tanya apa lakon di balik dukungan MAZ (Madrasah Al Zaytun) & NII KW9 ke Partai RepublikaN? Apakah MAZ sudah tak laku lagi di Golkar dan Hanura, dua parpol yang selama ini pernah disebut-sebut sebagai pendukungnya. Benarkah ada skenario penyesatan?
"Ada kesan, mereka sedang panik dan super sibuk mencari selamat dan jaminan perlindungan karena kualitas pendidikan di pesantren itu merosot dan amburabul," kata M Muntasir, peneliti Islam dan sosial di Pusat Studi Sosial dan Politik, FISIP Universitas Malikussaleh, Aceh.
Dalam hal ini, menarik pandangan mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid yang melihat, posisi Al Zaytun makin payah. Menurut Gus Dur, Al Zaytun itu dulu punya Pak Harto yang dulu punya obsesi 'At Tien dan Al Zaytun'. Pak Harto tahu semua yang dikerjakan Panji Gumilang, pemimpin Al Zaytun.
"Wong Abu Toto itu 'anak emasnya' Ali Moertopo. Itu proyek mercusuar yang nggak ada manfaatnya untuk bangsa. Pak Harto itu punya mimpi, tapi nggak kesampaian," kata Gus Dur.
Menurutnya, Pak Harto yang memerintahkan Sa'adilah Mursyid, Menteri Negara Sekretaris Kabinet kala itu, mengirim sapi tapos ke Zaytun di tahun 1999. Bahkan, menurut Gus Dur, sebelum reformasi, yang menjaga Zaytun itu para tentara.
"Sekarang sudah 10 tahun, apa yang sudah dihasilkan Al Zaytun? Saya dengar santrinya nggak bisa apa-apa, lulusannya nggak jelas. Masyarakat di sana resah dan menganggap Zaytun nggak membawa manfaat apa-apa," ungkap Gus Dur.
Imam Prawoto dikenal sebagai anak emasnya Panji Gumilang alias Salam Rasyidi yang pernah diusir Gus Dur waktu mau datang ke kantor PBNU. Di mata Gus Dur, Al Zaytun hanya membangun propaganda kebaikan dan kesuksesannya sendiri. Intinya sekarang ini seluruh jajaran Zaytun sedang panik dan super sibuk bagaimana menyelamatkan diri cari pelindung pilpres 2009.
Kontroversi pesantren Al-Zaytun terus meruak ke ruang publik. Bahkan Rais Aam NU, Kyai Sahal Mahfud, dan Prof Din Syamsuddin, Ketua PP Muhammadiyah, termasuk tokoh yang mengkritisi kiprah Al Zaytun karena berbagai tabir gelap yang menyelimuti pesantren yang penuh misteri itu.
Keduanya juga menganjurkan kalangan ummat Islam untuk berhati-hati dan berpikir ulang jika hendak memutuskan anak-anak mereka masuk dan belajar di pesantren itu. [I4]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
6 Komentar
membangun butuh kerja keras @ Senin, 2 Mei 2011 | 22:25 WIB
sebelumny saya hanya dengar yang negatif tentang al zaytun,tapi setelah saya datang sendiri dan menyaksikan,pandangan negatif saya berubah menjadi positif. subhanallah
cica @ Senin, 21 Maret 2011 | 15:00 WIB
AL-ZAITUN MEMANG BIANG SESAT...
juned @ Jumat, 11 Februari 2011 | 14:19 WIB
lbih baik buka mata sendiri dgn datang sendiri ke al-zaytun, jdi coment kita akan berkualitas. kapan bangsa ini bisa maju kalau rakyatnya saling adu mulut tapi tanpa realisasi. jgn sampai negri kita dijajah kmbali oleh bangsa lain!
fathanyah mubhin @ Sabtu, 15 Januari 2011 | 10:01 WIB
orang2yang mrasa driny pintr tpi...hany gmong saja n tdak mampu berkaryyy
capten polay @ Minggu, 6 Desember 2009 | 15:00 WIB
aduhh,,Gus dur kamu itu sudah susah melihat, jadi jangan sok tahu duluan dah, saya harap kamu(gusdur) mesti Hati2 dalam berkomentar.. Wss..
ANI @ Rabu, 14 Oktober 2009 | 20:17 WIB
jgn asal nuduh yNG MCM2
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.