INILAH.COM, Jakarta - Keluarga Joni Malela ikhlas. Jenazah korban tewas saat open house Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini, tidak perlu diotopsi.
Istri Joni, Euis Rusmayanti membeberkan, penyakit yang diderita suaminya. Joni memiliki darah tinggi, yang tidak terkontrol.
"Saya tadi sudah ketemu dengan istrinya. Beliau mengatakan langsung dimandikan saja," ujar Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih di RSCM, Jakarta, Jumat (10/9).
Sebagaimana diberitakan, Joni Malela menghembuskan nafas terakhirnya ketika menghadiri open house yang digelar Presiden SBY di Istana, Jumat siang.
Tunanetra asal Sulawesi ini dikabarkan tidak tahan dengan desakan dan dorongan warga yang tengah antre. Pria berusia 45 tahun ini pingsan.
Sempat diberi oksigen dan bantuan napas oleh tim paramedis, Joni akhirnya meninggal. [bar]