INILAH.COM, Malang - Niat baik ingin menikmati pemandangan dan keindahan alam. Namun, malah tewas tenggelam akibat diterjang ganasnya ombak Pantai Sipelot Kecamatan Tirtoyudho, Kabupaten Malang.
Mereka adalah Fanky Amanuputy alias Kiki (36), warga Klayatan III, Sukun dan Isak Timotius, warga Villa Tidar, Kota Malang.
Dari cerita saksi yang ditemui di Kamar Mayat RSSA Malang, Julman Kubuan (28), warga Papua yang kuliah di ITN Malang, kedua korban itu adalah rombongan yang berbeda.
Saya dengan pendeta Isak Timotius itu tidak sama. Saya ketemu dengan beliaunya di pantai itu dan kami tidak saling kenal, katanya.
Ceritanya, romobongan mahasiswa ITN Malang bermaksud untuk menikmati liburan ke pantai Pantai Sipelot itu. Semuanya ada dua rombongan. Rombongan kami adalah rombongan yang kedua, akunya.
Sampai di pantai, rombongan kedua hendak menyeberang ke tepi pantai sebelah, sekitar pukul 12.00 WIB.
Kebetulan pantai yang akan kita datangi itu harus nyebrang sungai yang muaranya nyambung dengan laut. Jadi kami harus nyebrang sungai dulu, katanya.
Saat rombongan akan menyebrang sungai itu, tiba-tiba ada ombak besar dari arah laut masuk ke sungai itu menghantam rombongan tersebut. Adapun rombongan dari Mahasiswa ITN itu diantaranya, Tian, Tina, Jen, Fajar, Fifi, Mimi, Anton, Roy, Kiki, Yanu dan Juan.
Kiki itu baru saja lulus dari ITN. Selain itu masih mahasiswa di ITN, katanya.
Sebenarnya, kata Juan, Kiki bermaksud ingin menolong Tian, tubuhnya terseret ombak. Setelah Kiki bisa menyelamatkan Tian, Kiki malah tidak berhasil menyelamatkan diri sendiri.
Sementara itu, tewasnya pendeta Isak Timotius, juga saat akan menolong Kiki yang terseret ombat.
Saat Kiki terseret ombak, Pendeta Timotius itu sedang bermain dengan dua bocah di pinggir pantai. Melihat Kiki terseret ombak, pendeta Timotius mau menolongnya, katanya.
Namun, niat baik itu berbuah sial. Setelah pendeta Timotius terjun ke dalam air malah tidak bisa berenang.
Sebelum meloncat ke air, saya sempat tanya apakah pendeta bisa berenang. Belum sempat menjawab pendeta itu sudah melompat ke air akan menolong Kiki, cerita Juan di Kamar Mayat RSSA Malang.
Dari kamar mayat RSSA Malang, sekira pukul 20.00 WIB, Timotius langsung dibawa ke Yayasan Gotong Royong Malang, tempat persemayaman.[berijatim.com/bar]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !